Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Total, KIS menargetkan pembangunan 25 pabrik BioCNG di Sumatera Utara dengan nilai investasi sekitar Rp 1,6 triliun. Jika seluruhnya beroperasi, proyek ini diperkirakan mampu mengurangi emisi hingga 3,7 juta ton CO? per tahun sekaligus menghasilkan kredit karbon dalam jumlah signifikan.
Selain berkontribusi pada pengurangan emisi, proyek BioCNG dan BioLNGKIS Group di Indonesia juga membuka peluang ekonomi lokal. Limbah sawit yang selama ini berpotensi mencemari lingkungan kini diolah menjadi energi terbarukan yang bernilai jual.
Baca Juga:
Produk BioCNG dari pabrik KIS sudah digunakan oleh Unilever Oleochemical Indonesia untuk menggantikan bahan bakar fosil pada armada truk pengangkut, sehingga mendukung rantai pasok yang lebih hijau.
Menurut data KIS, setiap tahun perusahaan mengolah 13,5 juta ton limbah organik dan menghasilkan lebih dari 600 juta meter kubik biogas, yang pada akhirnya berkontribusi pada pengurangan emisi karbon global sekitar 5,9 juta ton per tahun.
Baca Juga:
BioLNG, yang berasal dari limbah organik, dianggap sebagai bahan bakar transisi yang strategis karena bisa digunakan langsung (drop-in solution) tanpa perlu perubahan besar pada infrastruktur LNG yang sudah ada.
Dengan kerja sama bersama Shell, KIS Group optimistis dapat memperluas dampak positif proyek biomethane dari Indonesia ke pasar internasional.
"Indonesia bukan hanya menjadi basis produksi, tetapi juga contoh nyata bagaimana limbah dapat diubah menjadi energi bersih yang mendukung ekonomi rendah karbon," kata Raghunath.
Tags
beritaTerkait
komentar