Jumat, 11 September 2026

Gubernur Edy Rahmayadi Panggil Pertamina, Pertanyakan Soal Kelangkaan BBM di Sumut

Kamis, 21 Oktober 2021 17:30 WIB
Gubernur Edy Rahmayadi Panggil Pertamina, Pertanyakan Soal Kelangkaan BBM di Sumut
BERITASUMUT.COM/BS03
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi memanggil PT Pertamina, terkait kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah kabupaten/kota beberapa waktu lalu. Gubernur meminta hal tersebut tidak terjadi lagi di daerah ini dan segera dilakukan langkah-langkah antisipasi.

“Saya tanyakan kenapa langka, dan Pertamina sudah berjanji tidak akan terjadi lagi,” kata Gubernur Edy Rahmayadi usai pertemuan dengan Eksekutif General Manager PT Pertamina Petra Niaga Sumatera Bagian Utara Asep Wicaksono dan jajarannya, di Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jalan Jenderal Sudirman No.41, Kota Medan, Kamis (21/10/2021).

Menurut Gubernur, BBM adalah salah satu unsur yang sangat vital bagi kehidupan masyarakat. Apalagi saat ini masih dalam masa pemulihan ekonomi. Masyarakat perlu beraktivitas, khususnya di sektor ekonomi. Hampir setiap kegiatan ekonomi memerlukan BBM. “BBM ini kan penting, jangan langka lagi dia, hampir setiap kegiatan orang memerlukan BBM karena itu dia vital,” ujar Gubernur.

Baca Juga:

Baca Juga : Mobil Bawa BBM Terbakar di SPBU Lubuk Pakam, Dua Korban Alami Luka Bakar

Eksekutif General Manager PT Pertamina Petra Niaga Sumatera Bagian Utara Asep Wicaksono mengatakan, pihaknya telah mengamankan stok BBM di Sumut. Asep berjanji, pihaknya akan menyediakan stok BBM sesuai dengan kebutuhan masyarakat Sumut. "Penambahan stok sesuai dengan kebutuhan masyarakat Sumut, berapapun kebutuhan masyarakat akan kami penuhi, " kata Asep.

Baca Juga:

Dijelaskannya, antrean yang terjadi di berbagai SPBU di Sumut terjadi lantaran beberapa hal. Misalnya untuk solar, ada kuota terbatas di Sumut. Kini Pertamina telah menambah kuota untuk stok tersebut sejak minggu lalu. “Kami lihat di lapangan sudah terlihat cair (antrian),” kata Asep.

Selain itu, ada permasalahan lain seperti kurangnya stok yang diproduksi hingga akhirnya Pertamina mengimpor produk tersebut. Lantaran mengimpor, mekanisme memerlukan waktu lama. “Impor itu tidak seperti beli barang biasa, ada mekanisme, kebetulan di tempat belinya ada antrean luar biasa, kami juga sudah mempelajari hal itu agar tidak terjadi lagi,” kata Asep. (BS03)

Editor
:
Tags
beritaTerkait
Bobby Nasution Lepas Kafilah Sumut ke MTQ Nasional 2026 di Semarang
Gubernur Bobby Optimis Kerja Sama Kesehatan dengan Korsel Beri Manfaat Nyata
Gubernur Bobby Pastikan Penanganan Banjir di Jalan Letda Sujono Dimulai 2027
Pertamina Pecahkan Rekor MURI Memasak di Delapan Kota, 750 Porsi Dimasak Pakai Bright Gas di Medan
Pertamina Sumbagut Ajak Warga Medan Ramaikan Rekor MURI Memasak Pakai Bright Gas
Gubernur Bobby Nasution Dampingi Wapres Gibran Tinjau Huntap dan Infrastruktur di Tapteng
komentar
beritaTerbaru
hit tracker