Rabu, 06 Mei 2026

Dirjen PK Prima Astera Berikan 4 Syarat Pinjaman PEN untuk Pemerintah Daerah

Sabtu, 08 Agustus 2020 17:00 WIB
Dirjen PK Prima Astera Berikan 4 Syarat Pinjaman PEN untuk Pemerintah Daerah
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com-Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan (Dirjen PK), Prima Astera memaparkan syarat-syarat Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Daerah pada acara virtual tentang Pinjaman PEN untuk Pemerintah Daerah (Pemda).

"Pertama, daerah tersebut merupakan daerah terdampak Covid-19. Kedua, daerah tersebut memiliki program ekonomi daerah yang sejalan dengan PEN Nasional," ujar Dirjen PK Prima Astera, dilansir dari Setkab.go.id, Sabtu (08/08/2020).

Dijelaskannya, sebagai persyaratan pinjaman daerah yang pertama adalah daerah tersebut harus merupakan daerah yang terdampak Covid-19. "Syarat yang kedua harus memiliki program atau kegiatan Pemulihan Ekonomi Daerah yang mendukung program PEN Nasional. Secara garis besar ini dibagi 3 bagian yaitu kesehatan, jaring pengaman sosial atau bansos, ketiga untuk mendukung bangkitnya perekonomian,” jelasnya.

Baca Juga:

Syarat ketiga, sebutnya, jumlah sisa pinjaman ditambah dengan jumlah pinjaman yang akan ditarik tidak melebihi 75% dari jumlah penerimaan umum APBD tahun sebelumnya. “Ini sebenarnya ketentuan umum yang berlaku untuk semua pinjaman daerah, ada treshold 75%. Keempat, daerah harus memenuhi rasio kemampuan keuangan daerah untuk mengembalikan pinjaman daerah paling sedikit sebesar 2,5%,” tandasnya. (BS09)

Baca Juga:
Tags
beritaTerkait
Presiden Prabowo Buka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2024 di Sentul
Pemko Medan Raih Penghargaan Implementasi KKPD Terbaik 2023
Sekdaprov Sumut Jabarkan Peningkatan Tata Kelola Pemerintahan Sejak 2019
 Kartu Kredit Pemko Medan Berpengaruh Pada Peningkatan Pasar UMKM
Pertama Secara Nasional, Pemko Medan Miliki Kartu Kredit Pemerintah Daerah
Jubir Satgas Prof Wiku Minta Daerah Tetap Waspadai Angka Kematian Covid-19
komentar
beritaTerbaru
hit tracker