Senin, 15 Juni 2026

Kerajinan Anyaman Khas Melayu Pesisir Pantai Cermin Rambah Pasar Internasional

Jumat, 27 September 2019 17:15 WIB
Kerajinan Anyaman Khas Melayu Pesisir Pantai Cermin Rambah Pasar Internasional
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Setelah menjadi bagian dari produk unggulan daerah Serdang Bedagai (Sergai), kerajinan Anyaman Pandan khas Pantai Cermin mulai merambah pasar internasional atau luar negeri. Hal ini ditandai dengan dikirimnya beberapa olahan produk anyaman pandan yang dikerjakan oleh pengerajin asal Pantai Cermin ke beberapa negara Asean seperti Malaysia dan Singapura. 
 
Eva Harlia (38) didampingi Mei Dirita selaku Ketua Kelompok pengerajin anyaman Kria Pandan dan Purun di Pantai Cermin mengungkapkan, kerajinan anyaman ini merupakan kerajinan yang telah dilakoni oleh keluarganya dan masyarakat melayu Pantai cermin secara turun menurun serta menjadi bagian kebudayaan masyarakat pesisir.
 
Awalnya, pandan ini hanya dianyam untuk dijadikan alas tikar, sebagai wadah anggota keluarga untuk berkumpul agar tidak kotor dan menghindari dinginnya lantai. Secara berlahan dengan kemajuan zaman kerajinan anyaman ini berkembang manjadi bagian yang tak terpisahkan bagi puak melayu.
 
"Untuk saat sekarang ini produk kerajinan anyaman sudah berkembang sesuai dengan kebutuhan zaman dan variasi produknya sudah berbagai macam seperti tas, dompet, sendal, kotak tisu, tikar adat, tas laptop dan sebagainya. Dan dengan isu Go Green barang-barang dari pandan ini sangat diminati di luar negeri karena ramah lingkungan serta punya nilai seni tinggi," ungkap pengerajin penerima OVOP Award dari Kementerian Perindustrian ini.
 
Selain itu, perkembangan anyaman pandan khas melayu Pantai Cermin ini tak lepas dari kerjasama dan pendampingan yang dilakukan oleh berbagi pihak, yakni di antaranya dari Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Sergai, Propinsi Sumut melalui dinas terkait, juga kalangan kampus dan akademisi seperti Universitas Negeri Medan (Unimed).
 
“Kami bersyukur banyak lembaga serta dinas yang memberi perhatian kepada kami, terutama pihak kampus yang melakukan pendampingan sehingga budaya khas Anyaman Melayu Pesisir Pantai Cermin tidak menjadi sejarah dan mampu bangkit bersaing dengan produk-produk unggulan lainnya. Dan besar harapan kami tidak hanya dalam pendampingan usaha, teknologi tepat guna dan pengembangan usaha, akan tetapi pihak kampus Unimed mampu menjembatani menjadikan Pantai Cermin menjadi kawasan wisata budaya dan kampung wisata kerajinan anyaman bahkan menjadi sentra anyaman di Sumatera Utara," papar Eva.
 
Sementara itu, Irfandi selaku Ketua Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPUD) DRPM Kemenristek Dikti didampingi anggota Adek Cerah dan Taufik Hidayat menjelaskan bahwa Unimed berkomitmen untuk mengangkat budaya khas Melayu yang memiliki potensi dijadikan sebagai produk yang mampu untuk dimajukan sebagai produk
yang mewakili Sumut di pentas Internasional. 
 
“Program ini merupakan program yang berkelanjutan yang dilaksanakan mulai dari maping potensi, pengambilan sampling dan data hingga analisis kebutuhan pendampingan, pada tahap pertama kita fokus pada penggunaan teknologi tepat guna untuk menggantikan sistim manual, desain inovasi produk, serta pembenahan manajemen kelompok. Dan saat ini kita juga mulai meningkatkan teknologi untuk luaran tidak hanya tikar duduk akan tetapi produk-produk yang di minati pasar serta pendaftaran ijin usaha di Kementerian Koperasi dan UKM, dan tak kalah penting pemasarannya online berbasis e-comerce," ungkapnya.
 
Irfandi menambahkan, Unimed dan DRPM Kemenristek Dikti akan terus berkomitmen memberikan pendampingan dan pengembangan teknologi tepat guna (TTG) kepada UMKM dan aktivitas perekonomian rakyat dengan target utama adalah UMKM mampu naik kelas dan menjadi pilar perekonomian riil di Indonesia.
 
Dalam kesempatan tersebut dilakukan penyerahan Alat Teknologi Tepat Guna Mesin Pemipih atau pelurut pandan, Mesin jahit pandan pada masing-masing pengerajin Pandan dan purun serta penyerahan Sertifikat Ijin Usaha dari Kementerian Koperasi dan UMKM, yang di Berikan kepada pengerajin anyaman pandan di Kecamatan Pantai Cermin.(Rel)
 

Tags
beritaTerkait
Dari Budaya ke Kelas, Penguatan Pendidikan Anti Korupsi dalam Kurikulum Merdeka di Sumatera Utara
Dimanja AI, Daya Juang Belajar Siswa di Sumatera Utara Perlu Dibangkitkan
Selamatkan Pesisir Mundam-Dumai, UPER Galang Kolaborasi dengan Industri dan Pemda
Dari Pesisir Sunyi ke Panggung Negeri: Kisah Patimah MPd Bawa Wanita Pantai Labu Berdaya
Pemprov Sumut Dorong PADU Terus Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Peringati Hari Menanam Pohon, Pj Gubernur Sumut Tanam Pohon Mangrove yang Diberkati Paus Fransiskus di Pantai Romantis
komentar
beritaTerbaru
hit tracker