Minggu, 16 Agustus 2026

Kebutuhan Bahan Pangan Melonjak Drastis, Pedagang Pasar Petisah Medan Mengeluh Rugi

Kamis, 12 Oktober 2017 21:15 WIB
Kebutuhan Bahan Pangan Melonjak Drastis, Pedagang Pasar Petisah Medan Mengeluh Rugi
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Tingginya harga kebutuhan bahan pangan membuat para pedagang mau tak mau jadi merugi. Hal ini diungkapkan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Parlindungan Purba, usai melakukan sidak ke Pasar Petisah Medan, Kamis (12/10/2017).
 
"Saya harapkan adanya kordinasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah untuk melakukan yang terbaik untuk menstabilkan harga kebutuhan bahan pangan masyarakat," ucap Parlindungan Purba. Melalui sidak, dia melihat kebutuhan masyarakat seperti harga bahan pangan seperti cabai merah, melonjak drastis menjadi Rp 40.000 per kilogram (Kg), padahal sebelumnya harganya hanya Rp 20.000/kg.
 
Begitu juga dengan tomat harga saat ini Rp 11.000/kg, sebelumnya harga Rp 8.000/kg. Untuk cabai hijau  harganya menjadi Rp 25.000/kg, sebelumnya harganya Rp 20.000/kg. Sedangkan untuk jeruk nipis harganya Rp 20.000/kg, sebelumnya Rp 10.000/kg.
 
Parlindungan mengaku sangat terkejut melihat bawang merah yang didatangkan dari Brastagi, ternyata tidak laku dijual di Pasar Petisah Medan. "Masyarakat lebih memilih bawang merah dari pulau Jawa yakni dari Kota Berebes. Padahal harganya semakin turun menjadi Rp18.000/kg dari sebelumnya Rp 25.000/kg," kata Parlindungan.
 
Dengan kenaikan tersebut, sambung Parlindungan, tentunya pedagang dan petani ini akan merugi. "Harus ada solusi pemerintah harus turun tangan, untuk melihat kejadian itu, jangan sampai pedagang dan petani menjadi miskin," sambungnya.
 
Menurut dia, dengan stabilnya harga itu akan meningkatkan perekonomian pedagang dan petani. Meski saat ini musim hujan tidak ada alasan untuk menaikan harga kebutuhan bahan pangan. "Saya harapkan para pedagang harus diperhatikan pemerintah pusat dan daerah," imbuhnya.
 
Sementara itu, penjual kebutuhan bahan pangan masyarakat di Pasar Petisah Medan Cut Nurmala mengaku, kenaikan harga itu membuat pedagang banyak yang mengeluh rugi. Meski kebutuhan bahan pangan masyarakat sudah dipasok dari Pulau Jawa, pembeli juga makin berkurang. "Saya menjual, tomat, cabai, bawang dan lainnya untuk memenuh kebutuhan pelanggan saja, untuk mencari untung sudah tidak ada lagi untuk masyarakat," pungkasnya. (BS04)

Tags
beritaTerkait
Ketua KADIN Medan Arman Chandra Diangkat Jadi Anggota Kehormatan PGI Bireuen, Kado Istimewa di Hari Ulang Tahun
Arman Chandra Menerima IKAL Aceh untuk Memperkokoh Ketahanan Nasional
Gugatan di Pengadilan, PT TSI Minta Bank Mandiri Hapuskan Pencatatan Penarikan Kredit yang Dipalsukan dan Melanggar SOP
Siap Jadi Motor Penggerak Investasi, Arman Chandra: Dukungan dan Kemudahan Yang Diberikan Pemko Medan Adalah Amunisi Utama Kami
Perjuangan Pengacara Kondang Berbuah Hasil, Pemko Medan Rubuhkan Tembok PT SBP
PN Medan Diminta Segera Eksekusi Klaim Nasabah PT Verena Multifinance
komentar
beritaTerbaru
hit tracker