Bamsoet Masuk Komisaris Independen LPKR, Lippo Karawaci Umumkan Susunan Direksi Baru
Lippo Karawaci menunjuk Bambang Soesatyo sebagai Komisaris Independen dan Indra Yuwana sebagai Presiden Direktur dalam RUPST 2026.
Ekonomi
Beritasumut.com-Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI Bidang Ekonomi dan Keuangan Ecky Awal Mucharam berharap agar fundamental neraca perdagangan dapat diperkuat. Hal disampaikan Ecky dalam menanggapi laporan BPS mengenai surplus neraca perdagangan.
Diketahui, sepanjang 2016, neraca perdagangan Indonesia suplus sekitar US$8,72 miliar, melonjak dari periode yang sama tahun lalu sebesar US$7,6 miliar. Surplus neraca perdagangan pada 2016 terbantu oleh lonjakan dari perdagangan nonmigas, yang menembus US$14,4 miliar; sedangkan neraca perdagangan migas masih defisit hingga US$5,6 miliar.
“Walaupun mencatat surplus, neraca perdagangan yang terbentuk belum sepenuhnya menunjukkan perbaikan fundamental, baik di sisi ekspor maupun impor. Sebab keduanya masih melaporkan pertumbuhan negatif. Ekspor turun hampir 4 persen, di mana ekspor migas terkoreksi hampir 30 persen. Beruntung, ekspor nonmigas turun tidak lebih dari 1 persen,” jelas Ecky di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (19/01/2017).
Sementara itu, impor juga turun hingga 5 persen. Paling dalam terjadi pada impor bahan modal sekitar 9,7 persen dan barang baku/penolong turun sekitar 5,6 persen. Sementara di sisi lain, impor barang konsumsi, justru naik hampir 14 persen.
“Hal ini mengkhawatirkan, sebab artinya kondisi sektor industri manufaktur mengalami kelesuan yang akan memengaruhi penyerapan tenaga kerja,” tambah Anggota Komisi XI DPR RI ini.
Meski demikian, Ecky menilai surplus neraca perdagangan menjadi kabar baik di tengah-tengah kondisi ekonomi global yang masih memunculkan ketidakpastian.
“Surplus ini diharapkan dapat menekan defisit neraca transaksi berjalan. Ecky menjelaskan bahwa struktur neraca transaksi berjalan kita sangatlah rapuh. Kita hanya bertumpu pada kekuatan neraca perdagangan,” jelas wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur ini.
Ecky menjelaskan jenis-jenis neraca lainnya menjadi pencetak defisit adalah neraca jasa dan neraca pendapatan. Aktivitas yang terkait neraca jasa masih didominasi oleh impor jasa dibandingkan dengan ekspor jasa. Sementara defisit neraca pendapatan lebih disebabkan oleh tingginya pembayaran pendapatan dari aktivitas investasi, baik FDI maupun portofolio.
“Pemerintah diharapkan dapat meluaskan jangkauan pasar ekspor untuk memperbaiki surplus neraca perdagangan ke depan. Jangan hanya puas dengan pada partner-partner perdagangan utama saja. Saya menyarankan pemerintah perlu memperkuat market intelligent yang dapat memetakan kebutuhan pasar setiap negara. Kerjasama antara duta besar, BKPM, hingga diaspora Indonesia patut dipertimbangkan,” tutup Ecky.(rel)
Lippo Karawaci menunjuk Bambang Soesatyo sebagai Komisaris Independen dan Indra Yuwana sebagai Presiden Direktur dalam RUPST 2026.
Ekonomi
beritasumut.com Sidang perdana perkara pembatalan perdamaian (homologasi) yang diajukan oleh 34 mantan karyawan terhadap PT Tor Ganda di Pe
Peristiwa
PT Dua Rimba Medtech Indonesia resmikan fasilitas di Cikarang untuk dorong manufaktur alat kesehatan lokal dan solusi perawatan luka modern.
Kesehatan
KADIN Medan apresiasi TNI AL tangkap begal di Belawan. Langkah tegas dinilai tingkatkan keamanan dan kepercayaan dunia usaha.
Peristiwa
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengingatkan peserta, operator perusahaan, dan mentor Program Magang Nasional (MagangHub Kemnaker)
Ekonomi
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli menegaskan bahwa keselamatan pekerja tidak boleh dipertaruhkan.
Ekonomi
beritasumut.com Pertamina Patra Niaga kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan dalam ajang Program Penilaian Peri
Politik & Pemerintahan
beritasumut.com PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Fuel Terminal (FT) Krueng Raya meresmikan Foodcourt UMKM Desa Meunasah M
Ekonomi
beritasumut.com PT Pertamina Patra Niaga melalui Fuel Terminal Medan mempertegas komitmennya dalam mendukung pembangunan keluarga dan kesej
Pendidikan
Implementasi Permendag 24/2025 tersendat, KADIN dorong sinkronisasi kebijakan dan skema impor plastik bekas terkendali.
Ekonomi