Merasa Kliennya Dikriminalisasi, Pengacara Lima Pengurus Kelenteng O Bin Ciong Angkat Bicara
Pengacara lima pengurus Kelenteng O Bin Ciong Kun soroti dugaan kejanggalan penetapan tersangka kasus pengerusakan plang di Medan.
Peristiwa
Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengangkat isu mengenai inklusi keuangan (financial inclusion) saat menerima kunjungan kehormatan Ratu Belanda, Ratu Maxima, selaku Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Inklusi Keuangan atau United Nations Secretary General’s Special Advocate (UNSGSA) for Inclusive Finance for Development, di Istana Merdeka, Kamis (01/09/2016).
“Saya minta agar, karena beliau ini bisa mengkoordinasi, baik di United Nation (UN) maupun di World Bank, juga di foundation-foundation besar, saya minta agar bisa didorong, kita didorong untuk mengembangkan financial inclusion kita untuk bisa lebih cepat,” kata Presiden Jokowi setelah selama hampir satu jam berdiskusi dengan Ratu Maxima.
Sebagai tindak lanjut dari pertemuannya dengan Ratu Maxima sebelumnya di Belanda, Presiden menyampaikan bahwa Rabu (31/8) kemarin, Ratu Maxima telah mengecek langsung ke lapangan mengenai tabungan pelajar, dan bertanya langsung kepada murid-murid dan pelajar-pelajar, juga mengecek implementasi di lapangan e-kios dan e-warung.
Kemudian yang berkaitan dengan usaha-usaha mikro petani, nelayan, Presiden Jokowi berharap supaya bisa mengakses ke perbankan dan disiapkan regulasi-regulasinya. Presiden juga meminta dorongan, pembelajaran untuk bisa mempercepat itu. “Kita minta technical assistance dari PBB lewat Ratu Maxima,” ujarnya, seperti dilansir setkab.go.id.
Adapun yang berkaitan dengan fintech. Presiden ingin agar ini didorong. Terlebih Presiden sendiri sudah bertemu dengan beberapa anak-anak muda kita, baik yang memiliki aplikasi maupun software yang berkaitan dengan fintech.
“Beliau (Ratu Maxima, red) sudah memilih dua orang untuk diberikan bantuan yang berkaitan dengan pengembangan keuangannya sehingga bisa mempercepat fintech di Indonesia,” jelas Presiden Jokowi.
Presiden juga meminta agar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) memberikan dorongan kepada usaha-usaha mikro, baik yang berkaitan dengan regulasi-regulasi mengenai microfinance, mengenai fintech, dan mengenai collateral untuk usaha-usaha mikro.
“Saya kira ini penting sekali karena Indonesia memiliki usaha mikro, usaha kecil yang jumlahnya memang sangat besar sekali,” kata Presiden.
Presiden Jokowi meyakini, kalau bisa menginjeksi, memberikan kecepatan itu nantinya akan kelihatan dalam pertumbuhan ekonomi kita nantinya.
Saat menerima kunjungan Ratu Maxima itu, Presiden Jokowi didampingi oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo.(BS01)
Pengacara lima pengurus Kelenteng O Bin Ciong Kun soroti dugaan kejanggalan penetapan tersangka kasus pengerusakan plang di Medan.
Peristiwa
Pembangunan perumahan mewah di Medan Tembung disorot warga karena diduga jumlah unit tak sesuai PBG dan berpotensi memicu banjir.
Peristiwa
Sidang perdana gugatan PT TSI terhadap Bank Mandiri digelar di PN Medan. Tergugat disebut tak hadir, perkara terdaftar nomor 879/Pdt.G/2026/
Peristiwa
CitraLand dukung pendidikan di Deli Serdang melalui pembangunan fasilitas SDN 106810 Sampali, sementara Bupati menargetkan 2028 tak ada seko
Pendidikan
beritasumut.com Sekolah Sepak Bola (SSB) Tunas Muda meraih juara III setelah menang dramatis melalui adu pinalti 32 saat berhadapan dengan
Olahraga
beritasumut.com Di tengah pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI), banyak orang bertanya Apakah fotografer profesional akan ter
Sosok
beritasumut.com Kegiatan Pameran Foto Prahara Pulau Emas Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan bersama Mata Waktuyang digelar di Atrium Plaza
Pendidikan
beritasumut.com Changan, merek otomotif global di bawah naungan Indomobil Group, semakin memperkuat kehadirannya di pasar kendaraan listrik
Gaya Hidup
beritasumut.com Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Deli Serdang mengapresiasi pelaksanaan perlombaan dalam rangka HUT ke81 Kemerdek
Pendidikan
beritasumut.com Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto bersama Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat dan rombong
Politik & Pemerintahan