Jumat, 24 April 2026
Sosialisasikan Program Tax Amnesty

Presiden Jokowi : Pemerintah Siapkan Instrumen Investasi

Rabu, 10 Agustus 2016 12:17 WIB
Presiden Jokowi : Pemerintah Siapkan Instrumen Investasi
beritasumut.com/ist
Presiden Jokowi memaparkan program tax amnesty di Semarang.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com-Tekanan ekonomi global, menurut Presiden  Joko Widodo (Jokowi) yang disebabkan oleh ketidakpastian ekonomi dan geopolitik mendorong semua negara untuk menarik investasi dan arus uang sebesar-besarnya agar bisa masuk ke negara masing-masing.

Hal yang sama juga dilakukan Indonesia, tegas Presiden, melalui penerapan program pengampunan pajak atau tax amnesty.

Presiden Jokowi berharap uang yang sudah dikeluarkan, baik yang masuk dari luar negeri maupun dari dalam negeri bisa langsung dimanfaatkan untuk investasi.

“Pemerintah telah menyiapkan instrumen investasi portofolio, antara lain Surat Berharga Negara (SBN), Surat Utang Negara (SUN), dan Surat Berharga Syariah Negara (Sukuk). Kalau BUMN bisa obligasi, bisa saham, ada inftrastruktur, reksa dana, perbankan (deposito, giro, tabungan) bisa langsung dimasukkan langsung ke sana kepada bank-bank yang sudah ditunjuk,” jelas Presiden Jokowi dalam sosialisasi pengampunan pajak atau tax amnesty, di Rama Shinta Ballroom, Hotel Patra Jasa, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (09/08/2016) malam, seperti dilansir setkab.go.id.

Presiden Jokowi menegaskan bahwa untuk bersaing dan berkompetisi dengan bangsa lain, Indonesia harus siap. Dengan perubahan dunia yang terjadi dalam hitungan detik, lanjut Presiden, Pemerintah harus cepat memutuskan agar tidak tertinggal dengan bangsa lain. “Biasanya kerja satu shift, dua shift tidak mau saya, kerja tiga shift, kita kejar. Ini kebutuhan bukan keinginan,” ujarnya.

Menurut Presiden, hingga kuartal kedua, pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukkan sentimen positif dan menunjukkan tren yang terus naik. Di kuartal pertama, tambah Presiden, tumbuh 4,94 persen, kuartal kedua naik 5,18 persen. “Sedikit-sedikit tapi naik. Kesempatan ini harus kita gunakan. Jangan lepas,” tegasnya.

Pilihan sektor Investasi
Selain instrumen investasi portofolio, menurut Presiden Jokowi, investasi bisa dilakukan beberapa sektor yang menjanjikan. Hal ini, lanjut Presiden, mulai dari infrastruktur, padat karya, kelautan, pertanian, pariwisata, hingga properti. Pemerintah, tambah Presiden Jokowi, akan membagi sektor-sektor ini dalam tiga kategori, besar, sedang, dan kecil, sehingga investor bisa memilih kategori mana yang sesuai kemampuan.

“Pemerintah saat ini baru konsentrasi, baru fokus pada infrastruktur. Bisa ikut masuk ke pembangunan pelabuhan. Ada yang besar misalnya Pelabuhan Kuala Tanjung, Tanjung Priok, Makassar New Port, Sorong, atau yang kecil-kecil,” papar Presiden Jokowi.

Infrastruktur lain yang bisa dimasuki, lanjut Presiden, adalah pembangunan tol di sejumlah wilayah seperti Sumatera (Lampung sampai ke Aceh); Kalimantan (Balikpapan ke Samarinda); dan Sulawesi (Manado ke Bitung). Jalur kereta api (Sumatera dan Sulawesi); transportasi massal di kota-kota besar seperti MRT (Jakarta) dan LRT (Jabodetabek dan Palembang); airport; dan tenaga listrik baik skala besar, sedang, dan kecil  juga bisa dimasuki.

“Hingga 71 tahun merdeka, listrik kita baru 53 ribu megawatt. Target kita dalam lima tahun 35 ribu megawatt,” tambah Presiden menjelaskan peluang di sektor tenaga listrik yang masih terbuka.

Sektor lain yang mempunyai banyak peluang adalah sektor padat karya yang dapat membuka lapangan pekerjaan, seperti otomotif dan garmen/tekstil. Untuk menstimulus investasi di sektor ini, Pemerintah berjanji akan mempermudah perizinan.(BS01)

Tags
beritaTerkait
Pemerintah Pertimbangkan Kemungkinan Laksanakan Kebijakan Tax Amnesty Jilid II
Masyarakat Bukan Peserta Program Amnesti Diimbau Segera Betulkan SPT
 Tebusan Rp130 Triliun, Deklarasi Rp4.813,4 Triliun, dan Repatriasi Rp146 Triliun
Bupati Deli Serdang Sampaikan SPT Tahunan 2016 dengan Kemenkeu Perpajakan
Presiden Jokowi: Terima Kasih Kepada Pasukan Yang Pergi Pagi Pulang Pagi
Presiden Jokowi: Jadikan Momentum Bangun Database Perpajakan
komentar
beritaTerbaru
hit tracker