Politik & Pemerintahan

PMPHI Nilai Jenderal Andika Perkasa Paling Layak Menjadi Panglima TNI



PMPHI Nilai Jenderal Andika Perkasa Paling Layak Menjadi Panglima TNI
beritasumut.com/ist

beritasumut.com -Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) memastikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak akan terjebak dalam manuver politik yang sengaja menghembuskan isu Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI menjadi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN).

Koordinator PMPHI, Gandi Parapat mengatakan, Presiden Jokowi akan mengambil keputusan paling top dalam memilih pengganti Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Jokowi dipastikan berani keluar dari zona aman ketika memilih orang nomor satu di tubuh TNI, dan tidak mau terpengaruh kepentingan politik.

"Ada tiga jenderal yang merupakan kepala staf angkatan dari masing-masing matra TNI, yang dianggap layak menjadi Panglima TNI. Mereka adalah KSAD Jenderal Andika Perkasa, KSAL Laksamana Yudo Margono dan KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo. Namun, saya sangat meyakini, bahwa Jenderal Andika Perkasa paling layak menjadi Panglima TNI," ucap Gandi Parapat, Minggu (17/10/2021).

Gandi mempunyai alasan kuat mendukung Presiden Jokowi memilih Jenderal Andika Perkasa menjadi Panglima TNI. Selain mempunyai banyak pengalaman, Jenderal Andika Perkasa dikenal lebih humble dalam memimpin TNI. Banyak perubahan yang sudah dilakukan Jenderal Andika Perkasa selama menjabat KSAD, termasuk ketika menjabat sebagai Kepala Paspampres di era pemerintahan Presiden Jokowi.

"Jenderal Andika Perkasa ini merupakan pemimpin yang humanis. Tidak hanya terhadap bawahan, Jenderal Andika sangat ramah terhadap masyarakat. Salah satu contohnya, pekerja bangunan di lingkungan Mabes TNI dari kalangan masyarakat sipil dan difabel, diajak Jenderal Andika untuk makan bersama di ruang kerjanya. Banyak kegiatan humanis Jenderal Andika Perkasa ini. Tentunya ini semakin mengharumkan institusi TNI," ungkapnya.


Tag: