KADIN Medan Apresiasi TNI AL Tangkap Begal di Belawan, Dinilai Tingkatkan Keamanan
KADIN Medan apresiasi TNI AL tangkap begal di Belawan. Langkah tegas dinilai tingkatkan keamanan dan kepercayaan dunia usaha.
Peristiwa
Beritasumut.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga menekankan pentingnya optimalisasi partisipasi perempuan di bidang ekonomi untuk meningkatkan perekonomian nasional, khususnya di masa pandemi Covid-19. Pasalnya, tidak hanya mengisi 49,2 persen dari populasi Indonesia, tetapi perempuan juga telah membuktikan kekuatannya dalam menghadapi berbagai tantangan dan peristiwa krisis dalam sejarah Indonesia, salah satunya di sektor ekonomi.
“Di tengah situasi pandemi yang sedang kita hadapi ini, perempuan juga turut ambil bagian dari berbagai perjuangan yang luar biasa. Perempuan-perempuan akar rumput di berbagai daerah Indonesia nyatanya telah membantu pemerintah dalam mengisi ruang-ruang yang sulit dijangkau maupun belum tersentuh program sama sekali,†ujar Menteri Bintang dalam Diskusi Publik Online Asosiasi Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW), pertengahan pekan ini.
Menteri Bintang, dilansir dari Kemenpppa.go.id, Kamis (29/04/2021) menyebutkan bahwa berbagai isu perempuan, khususnya dalam masa pemulihan pandemi Covid-19, merupakan isu yang kompleks dan multisektoral. “Strategi penyelesaiannya tidak bisa dilakukan melalui satu pendekatan dan melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) saja. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi dari berbagai stakeholder untuk bersama-sama memberikan perhatian dan menyelesaikannya,†sebutnya.
Baca Juga:
Baca Juga : Menteri Bintang Ajak Perempuan Perkuat Perannya di Sektor Kewirausahaan Digital
Dalam diskusi tersebut turut hadir tiga perempuan akar rumput yang bergerak di berbagai bidang, yaitu kewirausahaan, koperasi, serta literasi digital. Rini Chanifah salah satunya. Seorang perempuan asal Pandeglang Banten yang mendorong kolaborasi antara pengrajin keceprek dengan para perempuan muda di desanya dengan tujuan untuk pemberdayaan masyarakat dan meningkatkan perekonomian.
Baca Juga:
[br] “Di desa saya yang sangat pelosok ini, hampir semua perempuannya adalah pengrajin keceprek dan emping, tapi mereka kebingungan bagaimana cara pemasarannya, karena pemasaran mereka hanya secara konvensional, sehingga belum banyak orang yang mengenal dengan produk keceprek ini. Di situ saya tergerak dan berpikir untuk mengajak perempuan muda bergabung dan berkolaborasi bersama pelaku usaha yang sudah puluhan tahun melakukan produksi keceprek. Kami berinovasi dengan memunculkan rasa keceprek yang kekinian, yaitu rasa seblak dan cabai hijau,†ungkap Rini.
Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kemen PPPA, Lenny N Rosalin mengapresiasi ketiga perempuan akar rumput tersebut. “Ke depan Kemen PPPA akan fokus pada perempuan yang selama ini belum tersentuh dan belum diberdayakan, contohnya perempuan penyintas kekerasan, perempuan penyintas bencana, dan perempuan kepala keluarga. Nanti kalian yang mengajarkan, yang memberikan inspirasi, sharing suka duka kesuksesannya, sehingga punya semangat yang sama dan mereka bisa bangkit, karena kalian sudah mempraktekkan dan sudah menunjukkan hasil. Misal korban bencana Covid-19, suaminya meninggal dunia dan meninggalkan tiga anak balita. Sementara, selama ini pendapatan hanya dari suaminya, dengan kita mendampingi ibu-ibu seperti ini, mereka bisa punya pendapatan untuk menghidupi keluarganya,†tutur Lenny.
Sementara itu, Divisi Keluarga dan Kesejahteraan Sosial Pusat Kajian Gender dan Anak Institut Pertanian Bogor (IPB), Herien Puspitawati, menyebutkan dari hasil evaluasi pelatihan keuangan yang dilakukan oleh PPSW, dapat dilihat bahwa ada perubahan positif yang signifikan, salah satunya adalah meningkatnya pengetahuan menilai secara efektif kebutuhan untuk meminjam uang, membuat usaha ekonomi yang produktif, hingga menambah aset. “Penambahan aset ada yang bentuknya sepeda, sepeda motor, renovasi rumah, perhiasan, membeli tanah, dan lain sebagainya,†ungkapnya. Herien pun menekankan beberapa poin penting, yaitu the power of networking, the power of social media, balancing work and family, the power of digital literacy, dan kemandirian ekonomi di hari tua.
Baca Juga : Menteri Bintang Lantik 9 Pejabat Baru Jajaran Eselon I Kemen PPPA
Ketiga perempuan akar rumput yang hadir pun menyuarakan harapannya untuk bisa meningkatkan perekonomian, kemandirian, hingga tingkat literasi digital perempuan di Indonesia. “Kita lanjutkan semangat Kartini di masa new normal ini dengan terus bergerak, berdaya, dan berkarya demi kemajuan perempuan Indonesia dan demi meningkatkan pertumbuhan perekonomian Indonesia,†pungkas Rini. (BS09)
KADIN Medan apresiasi TNI AL tangkap begal di Belawan. Langkah tegas dinilai tingkatkan keamanan dan kepercayaan dunia usaha.
Peristiwa
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengingatkan peserta, operator perusahaan, dan mentor Program Magang Nasional (MagangHub Kemnaker)
Ekonomi
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli menegaskan bahwa keselamatan pekerja tidak boleh dipertaruhkan.
Ekonomi
beritasumut.com Pertamina Patra Niaga kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan dalam ajang Program Penilaian Peri
Politik & Pemerintahan
beritasumut.com PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Fuel Terminal (FT) Krueng Raya meresmikan Foodcourt UMKM Desa Meunasah M
Ekonomi
beritasumut.com PT Pertamina Patra Niaga melalui Fuel Terminal Medan mempertegas komitmennya dalam mendukung pembangunan keluarga dan kesej
Pendidikan
Implementasi Permendag 24/2025 tersendat, KADIN dorong sinkronisasi kebijakan dan skema impor plastik bekas terkendali.
Ekonomi
Kemnaker kembali membuka program Pembinaan dan Sertifikasi Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Umum Batch 2 dengan kuota 2.100 pesert
Pendidikan
beritasumut.com Kualitas pendidikan di Provinsi Sumatera Utara masih menghadapi berbagai tantangan serius, terutama terkait kesenjangan an
Pendidikan
beritasumut.comKamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Medan memperingatkan potensi tekanan inflasi pangan akibat kelangkaan bahan baku plas
Ekonomi