Rabu, 03 Juni 2026

Eksotisme Kawah Biru yang Terabaikan

Minggu, 01 Mei 2016 09:56 WIB
Eksotisme Kawah Biru yang Terabaikan
Beritasumut.com/BS09
Kawab Biru
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Kawah Biru. Sebuah nama tempat wisata yang berada di Tinggi Raja, Nagori (Desa-red) Dolok Silau, Kecamatan Silau Kahean. Nama kawah biru tidak asing lagi di telinga pecinta alam dan para  pelancong lokasi wisata. 

Sebelum sampai ke lokasi Kawah Biru, terlebih dahulu kita harus  melewati hutan yang ditumbuhi berbagai pepohonan. jika dari Kota Medan, untuk mencapai ke lokasi ini membutuhkan waktu 4-5 jam. Cukup lama memang. Namun bagi penikmat cagar alam bebas nan alami, itu sangatlah singkat.

Saat asyik menikmati perjalanan di tengah  hutan, rasa kecewa akan mulai muncul di benak anda. Jalan rusak yang sepertinya menjadi 'icon' negara ini, akan menjadi 'primadona' tersendiri dalam perjalanan. Namun jangan takut, di balik rusaknya jalan  yang berlubang dan bahkan beberapa titik yang tidak pernah tersentuh pengaspalan, Anda akan mendengar suara-suara burung dan serangga liar dari balik pepohonan. jika beruntung, pengunjung juga akan melihat kera-kera liar bergantungan di pepohonan.

Beberapa saat sebelum sampai di lokasi, rasa kesal mungkin bakal kembali menghampiri Anda. Layaknya security, sejumlah pemuda akan Anda temukan di tengah jalan untuk meminta retribusi. Tidak ada tiket/karcis, bahkan plang pemberitahuan tentang kewajiban pembayaran juga tidak ada terpampang. Harganya berfariasi. Jika di hari libur, Anda dan rombongan harus ikhlas mengeluarkan biaya hingga Rp 20.000.

Perjalanan menuju lokasi memang tidak gampang. Selain kendaraan tidak bisa masuk hingga ke inti Kawah, Anda harus berjalan setapak demi setapak. Dari lokasi perparkiran, hanya dibutuhkan waktu sekitar 15 menit saja.

Dari kejauhan, Kawah Biru mulai terlihat. Hawa panas dan bau belerang mulai menyengat. Namun semuanya hilang seketika saat melihat air berwarna biru bercampur putih, layaknya danau kecil di tengah hutan. Asap-asap tipis dari air kian menambah pesona Kawah Biru. Di tengah-tengah 'danau' eksotis ini, terdapat batang-batang pohon yang sudah mati. Cukup indah memang, namun lagi-lagi seperti tempat wisata lainnya, tidak adanya perawatan membuat tempat ini kurang begitu nyaman.Banyak sampah-sampah berserakan.

Jordi Purba, salah satu pemerhati lingkungan bercerita, Kawah Biru ini sempat terkenal pada tahun 80-an. Namun seiringnya waktu, tempat ini terlupakan."Jika kita bandingkan dengan lokasi lain, seperti Sari Ater di Jawab Barat, tempat ini jauh lebih bagus. Atau barangkali jika kita bandingkan di tingkat dunia, seperti Pamukkale di Turki, barangkali hampir imbang. Jadi sebenarnya ini adalah aset. Aset buat masyarakat, aset buat daerah, bahkan aset buat negara," ujarnya.

Jordi berharap, pemerintah pusat, provinsi dan daerah peka melihat aset yang diberikan oleh alam untuk dikelola dengan baik. "Khususnya Infrastruktur menuju kemari. Itu sangat menyedihkan. Padahal jika jalan menuju kemari sangat memadai, Kawah Biru ini tidak perlu lagi dipromosi, mengingat namanya yang sudah pernah membumi. Jadi kita harapkan peran pemerintah untuk destinasi wisata yang terlupakan ini," pungkasnya mengakhiri.

Bagaimana dengan Anda? Tertarik mengunjunginya? Sepertinya Kawah Biru dapat menjadi alternatif Anda dan keluarga dalam merayakan liburan nanti.(BS09)

Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru
hit tracker