Sabtu, 20 Juni 2026

Sultan Asahan Berhasil Melarikan Diri Melalui Pintu Belakang Istana

Jumat, 13 Maret 2015 19:47 WIB
Sultan Asahan Berhasil Melarikan Diri Melalui Pintu Belakang Istana
Istimewa
Wagub Sumut Tengku Erry Nuradi bersalaman usai doa bersama Puak Melayu bagi korban Revolusi Sosial 1946.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com – Puak Melayu dari sejumlah Kesultanan di pesisir pantai Timur Sumatera menggelar doa bersama di Masjid Raya Al Mashun, Jalan Sisingamangaraja XII, Medan, Kamis (12/3/2015) malam.

Doa bersama tersebut sekaligus mengenang korban pembantaian dan pembunuhan sultan dan keluarganya di sejumlah Kesultanan dan Kerajaan Melayu di Sumatera Timur pada Revolusi Sosial Tahun 1946 lalu.

Sebelum doa bersama berlangsung, pihak penyelenggara mengulas sejarah singkat terjadinya Revolusi Sosial 1946 yang menewaskan banyak nyawa dan pembakaran Istana Kerajaan Melayu dan Kesultanan di Sumatera Timur.

Kesultanan Asahan di Tanjung Balai diserang pada 3 Maret 1946. Sebelum azan Subuh berkumandang, Tengku Muhammad Yasir menyambut sang ayah di rumahnya yang baru tiba dari istana setelah bersiaga akibat tersiar kabar akan terjadi penyerangan.

Rumah Cucu Sultan Asahan X ini berada di lingkungan Istana Kesultanan Asahan, di lingkaran Kota Raja Indra Sakti yang ditengahnya terhampar lapangan hijau.

Tengku Muhammad Yasir yang saat itu masih berusia 15 tahun, melihat sejumlah orang mengendap-endap ke arah istana saat membukakan pintu untuk ayahnya. Karena takut, Tengku Muhammad Yasir kemudian masuk ke dalam rumah bersama ayahnya.

Pukul 6 pagi, Istana Kesultanan Asahan diserang sekelompok orang. Sultan Asahan saat itu, Tuanku Sjaiboen Abdoel Djalil Rachmatsjah, berhasil melarikan diri melalui pintu belakang istana.

Satu jam kemudian, sekelompok orang datang ke rumah Tengku Muhammad Yasir dan membawa ayahnya. Tengku Muhammad Yasir tidak turut dibawa karena sedang menderita sakit pada bagian kaki yang mengalami pembusukan hingga mengeluarkan aroma tidak sedap.

Pascapenangkapan ayahnya, Tengku Muhammad Yasir menyelamatkan diri ke rumah kakak sepupunya, Tengku Haniah. Ternyata, Tengku Muhammad Yasir tidak menemukan seorang pun lelaki di rumah itu. Semua telah ditangkap sekelompok orang. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
Ditinggal Penyidik, Pelaku Pencurian Melarikan Diri
Tahanan Polresta Medan Gagal Melarikan Diri
Tahanan Polresta Medan Gagal Melarikan Diri
Tahanan Lapas Anak Tanjung Gusta Medan Melarikan Diri
komentar
beritaTerbaru
hit tracker