Pertamina Sumbagut Ajak Warga Medan Ramaikan Rekor MURI Memasak Pakai Bright Gas
beritasumut.com Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut mengajak masyarakat Kota Medan dan sekitarnya untuk hadir dan meramaikan kegiatan R
Ekonomi
Beritasumut.com-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) saat ini dianggap tidak stabil atau mengalami instabilitas. Hal ini disebabkan beragam persoalan hukum yang menerpa sejumlah pejabat baik di tingkat eksekutif maupun legeslatif.
Kondisi ini menurut Menurut Pengamat Politik dan Pemerintahan, Sohibul Ansor Siregar berpengaruh besar terhadap jalannya roda pemerintah yang saat ini dipimpin H T Erry Nuradi. Akibatnya, pembangunan di Sumut berjalan tidak maksimal karena lambannya serapan anggaran untuk pembangunan Sumut.
"Akibatnya banyaknya yang terkena persoalan hukum dan banyak pejabat yang diperiksa KPK, tentu akan mengganggu kinerja. Belum lagi soal ketakutan mereka bermasalah hukum di ujung-ujung tugas. Makanya saat ini Pemprov saya sebut instabilitas. Dampaknya serapan anggaran melambat dan masyarakat tidak dapat segera menikmati pembangunan," ujar Sohibul kepada beritasumut.com, Selasa (26/07/2016).
Baca Juga:
Sohibul menilai, kondisi ini diperburuk lagi dengan adanya bongkar pasang pejabat di lingkungan Pemprovsu yang dilakukan Erry Nuradi dengan jalan mutasi, rotasi, ataupun lelang jabatan. Ironisnya disaat serapan anggaran lambat, saat ini Erry Nuradi masih belum memiliki tim kerja yang solid karena masih banyaknya kekosongan pejabat.
"Kalau tidak persoalan yang sangat urgen kenapalah harus dirotasi atau dimutasi. Karena saya pikir menggantikan pejabat baru maka akan menambah waktu semakin terlambatnya serapan anggaran. Pejabat baru tentu perlu beradaptasi atau mengenal lagi tugasnya," tambah Sohibul.
Baca Juga:
Lebih lanjut dikatakannya, meskipun telah memasuki semester kedua, namun saat ini masih ada jabatan strategis di Pemprov Sumut yang masih diisi oleh pelaksana tugas seperti Kabiro Keuangan, BKD, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas PSDA dan SKPD lainnya. Kondisi ini tentunya saat berpengaruh terhadap target pembangunan Pemprovsu.
"Yang bekerja itu bukan Gubernur tapi SKPD dan staff-staffnya. Kapan mau bekerja maksimal kalau sampai saat ini masih gonta-ganti pejabat dan malah ada yang masih kosong. Yang terpenting sekarang, gulirkan segera uangmu itu sehingga pembangunan bisa bergerak dan ekonomi bergulir. Kalau bolak-balik pejabat dipindah dengan sok-sok istilah lelang jabatan, ujung-ujungnya tidak bergerak-gerak juga," pungkasnya. (BS03)
beritasumut.com Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut mengajak masyarakat Kota Medan dan sekitarnya untuk hadir dan meramaikan kegiatan R
Ekonomi
Oknum pengacara berinisial HP dilaporkan ke Polrestabes Medan atas dugaan perusakan pagar, tembok, dan bangunan dengan kerugian Rp500 juta.
Berita
beritasumut.com Personel Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan menangkap seorang wanita, berprofesi sebagai Kepala Lingkungan (Kepling)
Peristiwa
beritasumut.com Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Deli Serdang mengapresiasi pelayanan UPT Rumah Perlindungan Sosial (RPS) Dinas So
Peristiwa
beritasumut.com Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mendampingi Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) Gi
Politik & Pemerintahan
beritasumut.com Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Deli Serdang menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggitingginya kepada Lem
Politik & Pemerintahan
beritasumut.com Direktorat Reserse (Ditres) Siber Polda Sumatera Utara (Sumut) membongkar praktik penipuan online atau scam dengan modus me
Peristiwa
beritasumut.com Direktorat Reserse (Ditres) Siber Polda Sumatera Utara (Sumut) mengungkap tindak pidana pornografi yang dilakukan melalui s
Peristiwa
beritasumut.com Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak (PA) pada 1 September 2026 menerima kedatangan perwakilan orang tua murid Taman
Peristiwa
beritasumut.com Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menyiapkan jalur alternatif MedanBerastagi yang akan difokuskan unt
Politik & Pemerintahan