Senin, 20 April 2026
Tolak Bayar Uang Tebusan

Presiden Pastikan WNI yang Disandera di Filipina Dalam Kondisi Baik

Selasa, 26 April 2016 14:34 WIB
Presiden Pastikan WNI yang Disandera di Filipina Dalam Kondisi Baik
beritasumut.com/ist
Presiden Jokowi menjawab pertanyaan wartawan, di Istana Negara, Jakarta.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Terkait dengan penyanderaan 14 Warga Negara Indonesia (WNI) oleh kelompok milisi di Filipina, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, siang-malam dirinya selalu mengikuti posisinya seperti apa. Ia menegaskan,  komunikasi terus dilakukan baik dengan pemerintah Filipina maupun juga dengan yang menyandera, dan diharapkan ini bisa segera diselesaikan.

"Memang kita ingin agar sandera itu segera bisa dilepas tetapi kita juga harus sadar bahwa itu berada di negara lain. Kalau kita mau masuk kesana juga harus ada izin, kalau kita mau menggunakan TNI kita juga izin," kata Presiden Jokowi kepada wartawan, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (26/04/2016).

Presiden mengingatkan, Pemerintah Filipina pun juga harus mendapatkan persetujuan dari parlemen.  Ini lah, yang menurut Presiden, memang sangat menyulitkan kita. Karena itu, lanjut Presiden, pemerintah melakukan komunikasi dengan pemerintah Filipina, dan dengan melalui jaringan yang kita punya. "Sampai saat ini sandera masih baik kondisinya," tegas Presiden Jokowi.

Saat ditanya mengenai kemungkinan membayar uang tebusan sebagaimana dituntut kelompok penyandera, Presiden Jokowi menegaskan, kita tidak pernah berkompromi dengan hal-hal seperti itu. "Tidak ada urusan dengan uang tebusan," tegasnya.

Presiden menjelaskan, pemerintah akan mengundang Panglima dari Malaysia dan Menteri Luar Negeri Malaysia serta Panglima dari Filipina dan Menteri Luar Negeri Filipina, untuk bertemu di Jakarta minggu ini. "Kita akan ketemu di sini, kita akan buat patroli bersama sehingga memastikan bahwa alur di kawasan itu betul-betul dalam kondisi aman," ujarnya, seperti dilansir setkab.go.id.

Namun Presiden mengingatkan, bahwa persoalannya tidak semudah itu, Ia meminta jangan memudahkan persoalan, karena ini persoalan yang tidak mudah karena di situ dikepung oleh tentara Filipina. "Kita tahu kemarin sandera sudah dipindah lagi ke tempat lain. Pindah-pindah sandera juga menyulitkan kita, tetapi insya Allah akan segera kita selesaikan," pungkasnya.(BS01)

Tags
beritaTerkait
Lanud Sultan Hasanuddin Bersama BNPT Gelar Sosialisasi Perkembangan dan Antisipasi Tindak Pidana Terorisme
Sambangi Polrestabes Medan, Tim Supervisi dan Penelitian Puslitbang Polri Bahas Terorisme
Kenduri Ajak Masyarakat Tanggulangi Ancaman Terorisme
TNI Antisipasi Perkembangan Ancaman Terorisme Global di Asia Tenggara
Kasus Balita Dibawa Kabur Ayah Kandung, Polda Sumut Kembalikan ke Ibunya
Dankoopssus TNI: TNI Siap Atasi Aksi Terorisme Mulai dari Penangkalan, Penindakan, Sampai Dengan Pemulihan
komentar
beritaTerbaru
hit tracker