Sabtu, 01 Agustus 2026

Presiden Tegaskan Data Berpedoman kepada BPS

Selasa, 26 April 2016 14:07 WIB
Presiden Tegaskan Data Berpedoman kepada BPS
beritasumut.com/ist
Presiden Jokowi Bersama Peserta Rapat Koordinasi Teknis Survei Ekonomi 2016, di Istana Negara, Jakarta.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, salah satu kunci untuk memenangkan kompetisi, persaingan antar negara adalah dengan memiliki data dan informasi yang strategis, akurat dan berkualitas. Sehingga setiap mengambil kebijakan, memformulasikan kebijakan, mengambil keputusan, baik keputusan di sini maupun di lapangan, itu ada data dan informasi yang betul-betul bisa dipegang.

Namun kenyataannya, lanjut Presiden, dari sejak masuk Istana sampai sekarang, kalau dirinya ingin misalnya data kemiskinan, Kementerian Kesehatan ada, Kementerian Sosial ada, BPS ada, datanya berbeda-beda. "Ini yang mulai sekarang saya tidak mau lagi. Urusan data pegangannya hanya satu sekarang di Badan Pusat Statistik (BPS). Tapi BPS sendiri kalau ngurus data juga yang bener," kata Presiden Jokowi dalam arahannya pada acara pencanangan Sensus Ekonomi 2016 sekaligus peresmian Pembukaan Rapat Koordinasi Teknis Survei Ekonomi 2016, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (26/04/2016).

Presiden menunjuk contoh data mengenai misalnya produksi beras kita, beda-beda semua. Ia mengaku kesulitan karena datanya meragukan, Kementerian Pertanian seperti ini, Kementerian Perdagangan seperti itu, BPS seperti ini. Lapangannya juga berbeda lagi. "Inilah kondisi yang harus diakhiri. Sampaikan saja data apa adanya, kalau kita memang harus impor, ya impor, tegas. Kalau kita tidak ya tidak, tegas," tutur Presiden Jokowi.

Karena itu, Presiden menilai, krusial dan strategisnya peran BPS. Sebab dari data BPS yang akurat akan lahir kebijakan yang efektif, kebijakan yang benar, betul, tidak meleset karena memang datanya betul-betul akurat dan detil.

Dilansir setkab.go.id, Presiden juga meminta kepada para pengusaha, baik yang besar, menengah, kecil, maupun mikro, agar memberikan data-data yang benar. Ia menegaskan, bahwa Sensus Ekonomi BPS itu tidak ada urusannya dengan pajak, karena itu tidak usah takut.

"Jadi kalau usahanya, omzetnya 1.000, ya ngomong saja 1.000, kalau 2.000, ya ngomong saja 2.000. Tidak usah didiskon, 2.000 ngomong 1.000. Berikan data kita yang betul, karena ini akan penting sekaliĀ  bisa melihat daya saing kita seperti apa, produktivitas kita seperti apa, kondisi industri kecil kita, kondisi pengusaha mikro kita seperti apa, sehingga kebijakan apa yang harus kita jalankan itu akan menjadi semakin jelas," tutur Kepala Negara seraya mengingatkan, jangan sampai nanti muncul sebuah potret yang salah, potret yang keliru, sehingga kita salah mengambil sebuah kebijakan atau memformulasikan kebijakan.(BS01)

Tags
beritaTerkait
BPJS Ketenagakerjaan Salurkan Manfaat Jaminan Kematian & Beasiswa kepada 16 Ahli Waris P3K Paruh Waktu
BPJS Ketenagakerjaan: Keluarga Personel Satpol PP Medan Dapat Santunan
Umrah dan Haji di Tanah Suci, Tetap Terhubung dan Nyaman Bersama Tri Ibadah
Trafik Data Meningkat 21% saat Idulfitri, Indosat Hadirkan Koneksi Andal Tanpa Hambatan
Diduga Palsukan Dokumen Nasabah : Asuransi Sequis Life dan PT Deswa Invisco Multitama Dilaporkan ke Polrestabes Medan
BPJS Kesehatan Pastikan Akses Layanan JKN Tetap Terbuka Selama Libur Lebaran
komentar
beritaTerbaru
hit tracker