Minggu, 18 Oktober 2026

Jokowi Yakin di Jalan Yang Benar

Senin, 26 Oktober 2015 10:54 WIB
Jokowi Yakin di Jalan Yang Benar
Setkab
Presiden Jokowi bertemu dengan ribuan warga RI di AS, di Wisma Tilden, KBRI Washington, Ahad (25/10/2015) sore.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan keyakinannya, bahwa apa yang dipilih pemerintah saat ini yang fokus pada infrastruktur dan pangan, serta mengendalikan subsidi harga bahan bakar minyak (BBM) sudah benar.

"Memang di awal sulit, ya, memang di awal pahit, ya, tapi dalam jangka menengah panjang, saya meyakini bahwa jalan yang akan kita lalui adalah jalan yang benar," ujar Jokowi saat bertemu dengan warga masyarakat dan diaspora Indonesia di Amerika Serikat (AS), di Wisma Tilden Wisma Dubes RI di AS, Ahad (25/10/2015) sore waktu setempat.

Dilansir situs resmi Setkab RI, di awal pertemuan, Presiden mengemukakan, sebagaimana negara-negara lain, saat ini Indonesia menghadapi tantangan perlambatan ekonomi, kurs turun naik, dan lain-lain. Yang terakhir, Indonesia masih ditambahi dengan masalah kebakaran hutan dan lahan dan bencana kabut asap.

Jokowi meyakini, Indonesia perlu sebuah transformasi fundamental ekonomi dari yang dulunya selalu bertumpu pada konsumsi, bertumpu pada penjualan komoditi, bertumpu pada penjualan bahan mentah.

"Ini yang kita mulai akan balik menuju ke produksi. Dari konsumsi ke produksi, dari konsumsi ke investasi, dari konsumsi ke industri, dari konsumsi ke hilirisasi," terang Presiden seraya menyebutkan, bahwa pada awal-awal hal itu akan terasap pahit.

Jokowi mengingatkan, Indonesia pernah mengalami tiga booming yang lupa untuk dimanfaatkan. Waktu pertama booming minyak, harusnya Indonesia bisa menyiapkan sebuah pondasi yang baik dan bisa langsung naik.

Yang kedua, tahun 80-an ada booming kayu, juga gagal memanfaatkan momentum itu. Kayunya habis, hutannya habis, namun Indonesia tidak mendapatkan manfaat dari situ.

Yang ketiga, ada booming minerba. "Ini kesempatan ini yang sudah mungkin setengah, hampir, itu sudah hampir, untungnya belum habis. Jadi kita masih, alhamdulillah masih bisa sedikit memanfaatkan peluang ini," tutur Presiden.

Tetapi Jokowi mengingatkan, kalau ini diteruskan habislah Indonesia. Tumpuan pada sumber alam itu terus menerus, menjadikan Indonesia lupa, Indonesia terlena, Indonesia tidak menyiapkan industri, tidak menyiapkan investasi, tidak menyiapkan hilirisasi.

"Itulah kesalahan, menurut saya kesalahan besar kita. Ini yang sekarang mulai akan kita kerjakan, sudah mulai sebagian kita kerjakan, dan mungkin akan mulai kelihatan pada tahun-tahun ketiga," kata Presiden.

Untuk mengiringi upaya tersebut, pemerintah sekarang fokus kepada dua hal yang ingin dikerjakan. Yang pertama infrastruktur, yang kedua adalah pangan. Oleh sebab itu, satu bulan setelah dilantik, Jokowi mengambil keputusan untuk mengalihkan subsidi harga BBM ke sektor-sektor produktif.

Tampak hadir dalam pertemuan warga Indonesia dengan Presiden Jokowi itu antara lain Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menlu Retno Marsudi, Menkominfo Rudiantara, Mendag Thomas Lembong, Kepala Staf Presiden Teten Masduki, Kepala BIN Sutiyoso, dan Menteri ESDM Sudirman Said. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
Presiden Perintahkan Menteri LHK Cabut Izin Perusahaan Yang Hutannya Terbakar
Malam Ini, Jokowi Bertemu Obama Bahas Kerja Sama Ekonomi
Naik Pesawat Kepresidenan Boeing Business Jet 2, Jokowi Tiba Amerika
komentar
beritaTerbaru
hit tracker