Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Ratusan juta rupiah alokasi dana peruntukan pelaksanaan fogging (pengasapan) di Dinas Kesehatan Kota Medan diduga raib. Pasalnya, sejak Desember 2014 hingga sekarang, dana pemberantasan nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD) tersebut tidak kunjung cair. Tentu saja, pelaksanaan fogging terganggu dan dikhawatirkan kasus DBD meningkat.
Indikasi tersebut merupakan temuan Anggota Komisi B DPRD Medan Mulia Asri Rambe, terkait banyaknya permintaaan warga Medan untuk dilakukan foging di lingkungan mereka namun tak terealisasi. Ternyata petugas fogging di puskesmas pesulitan mendapatkan dana pendahuluan untuk fogging.
"Ini sangat kita sayangkan, kita minta pertanggungjawaban Kadis Kesehatan Kota Medan Usma Polita. Dikemanakan dana tersebut, kasihan petugas fogging di puskesmas yang mendahulukan dana sendiri untuk biaya fogging selama ini," tegas Mulia Asri Rambe, saat meninjau Puskesmas Martubung, Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan, Rabu (21/10/2015).
Dikatakan Mulia Asri Rambe yang akrap disapa Bayek ini, banyak menerima keluhan warga masalah penyakit DBD.
"Pada saat itu juga warga minta supaya dilakukan fogging. Ternyata petugas fogging kesulitan soal biaya karena dana dari Dinkes Medan tak kunjung cair. Ini ada permainan apa di Dinkes Medan. Petugas sudah mendahulukan hampir satu tahun, sampai kapan lagi batas kesabaran mereka," ujar Bayek.
Saat Bayek mempertanyakan hal itu ke petugas fogging Puskesmas Martubung Suprapti, tidak bersedia menjelaskan secara rinci. Suprapti mengatakan tetap melakukan fogging jika disuatu tempat terdapat kasus DBD.
Diakui Suprapti, sejak Desember 2014 lalu hingga saat ini terdapat sekitar 40 kasus DBD di lingkungan Puskesmas Martubung. Setiap kasus dilakukan fogging dan memerlukan biaya sekitar Rp70 ribu per kasus. (BS-001)
Tags
beritaTerkait
komentar