Senin, 20 April 2026

Presiden Perintahkan Dilakukan Kanalisasi Atasi Kebakaran di Kalteng

Jumat, 25 September 2015 00:45 WIB
Presiden Perintahkan Dilakukan Kanalisasi Atasi Kebakaran di Kalteng
Setkab RI
Presiden Jokowi berdiskusi mengenai kebakaran hutan di Pulau Pisang, Kalteng, Kamis (24/9/2015).
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Seusai melaksanakan Salat Idul Adha di Masjid Al Karomah, Martapara, Kalimantan Selatan (Kalsel), Presiden Joko Widodo (Jokowi) langsung meninjau titik api atau hotspot di Desa Henda, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah (Kalteng), Kamis (24/9/2015) siang. Presiden Jokowi dan rombongan langsung meninjau lokasi hutan yang masih terbakar.

Dilansir situs resmi Setkab RI, awalnya, Jokowi meninjau ke dalam hutan hanya bersama Bupati Pulang Pisau selama kurang lebih 15 menit. Kemudian Presiden kembali ke pinggir hutan untuk mengajak Menko Polhukam Luhut Panjaitan, Menteri Lingkungan Hutan dan Kehutanan Siti Nurbaya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, dan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti.

Kepada wartawan, Jokowi mengakui jika kabut di Pulang Pisau semakin pekat karena memang di kanan kiri semua terbakar. 

“Kita harus sampaikan apa adanya, ini yang banyak adalah lahan gambut,” kata Presiden.

Jokowi menegaskan, kunci mengatasi kebakaran hutan dan lahan di Kalteng ada di kanal, kanalisasi yang memang harus dikejar. Untuk itu, Presiden Jokowi mengaku telah memberikan perintah ke BNPB, ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan agar dibuat kanalnya secepat-cepatnya, dan nantinya akan dikerjakan Zeni (TNI AD) yang mobilisasinya cepat.

“Kalau nggak seperti itu, nanti tidak akan rampung-rampung masalahnya. Tadi sudah di kabupaten Pulang Pisau saja 1.900 hektar yang kita lihat. Kalau tidak segera dilakukan langkah-langkah yang konkret, langkah-langkah yang cepat akan seperti ini terus dan berulang-ulang,” tegas Presiden.

Mengenai pengamanan selama pembuatan kanal, Presiden Jokowi mengatakan, Panglima TNI dan Kapolri sudah disampaikan. Presiden juga mengingatkan, bahwa penduduk untuk land clearing, pembersihan lahan itu budaya lamanya adalah dengan membakar. 

“Itu juga sosialisasi besar-besaran harus dilakukan, tidak boleh lagi seperti ini,” ujarnya.

Adapun terkait konsensi, Presiden meminta wartawan menanyakan kepada Menteri LHK Siti Nurbaya. Namun Presiden menyebutkan, ia telah memerintahkan agar dibuat konsensus lagi, pemilik harus membuat embung, pemilik harus membangun kanal, harua ada drainasenya sehingga kebutuhan air kalau ada apa-apa itu ada.

“Jangan seperti ini, nggak mungkinlah kita pakai pemadam kebakaran kemudian yang dipadamkan hanya pinggir, yang tengah nggak bisa, berapa panjang pipa yang ditarik. Ini jangka tengah, jangka panjang tapi memang harus direalisasikan. Kita nggak mau setiap tahun bolak balik kayak gini terus,” tutur Jokwi.

Presiden juga mengingatkan, bahwa kanal itu dipakai untuk mendapatkan air bukan untuk membuang, menyedot air keluar. 

“Itu yang nggak boleh, sudah kita peringatkan yang itu. Kita mengerti lapangannya sekarang,” ujarnya.

Ada berapa kanal yang mau dibangun' “Di tempat-tempat prioritas yang sangat-sangat rawan kebakaran. Pak Bupati sudah tahu titik-titiknya, tadi sudah diberikan dua titik yang harus segera dilakukan. Tanya Pak Bupati,” jawab Presiden.

Ikut mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu antara lain Menko Polhukam Luhut B. Pandjaitan, Menteri LHK Siti Nurbaya, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Mendikbud Anis Baswedan, Kepala BNPB Willem Rampangilei, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, dan Bupati Pulang Pisau Edy Pratowo. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
Silaturahmi Presiden dengan Rektor, Sinergi Pemerintah dan Pendidikan Tinggi untuk Masa Depan Bangsa
KPK: Mobil dari Erdogan untuk Prabowo Pemberian Kenegaraan, Tak Perlu Lapor
Perayaan 75 Tahun Hubungan Diplomatik, Indonesia-Turkiye Perkuat Kemitraan Strategis
Presiden Prabowo Sambut Presiden Erdogan dalam Upacara Kenegaraan di Istana Bogor
Mahasiswa Indonesia di India Sambut Hangat Kedatangan Presiden Prabowo Subianto
Presiden AEF Nilai Olahraga Berkuda di Indonesia Berkembang
komentar
beritaTerbaru
hit tracker