Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Setelah melalui pertemuan yang cukup alot, warga pinggir rel Jalan Asrama, Medan, dengan Komisi A DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut), menyepakati sejumlah poin untuk meredam siatuasi di tengah masyarakat. Pertemuan berawal dari aksi unjuk rasa puluhan warga pinggiran rel dengan membawa sejumlah spanduk dan poster ke gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Senin (7/9/2015).
Kesimpulan pertemuan tersebut, DPRD Sumut akan menyurati Kapolda Cq Kapolresta Medan agar melakukan pengamanan di lokasi untuk menghindari kemungkinan konflik antara masyarakat dengan pihak yang mau melakukan pembongkaran. Kemudian DPRD Sumut meminta Pangdam I Bukit Barisan tidak mengerahkan pasukan dalam rangka penggusuran masyarakat pinggir rel Jalan Asrama.
Komisi A DPRD Sumut akan segera memanggil para pihak, Pangdam I BB, PT KAI, Pemko Medan, Camat Medan Helvetia, Lurah Tanjung Gusta, Lurah Cinta Damai, PLN Rayon Medan Helvetia, PLN Rayon Medan Sunggal, Dinas PSDA Sumut, dalam RDP September 2015.
Seperti disampaikan Anggota DPRD Sumut Sutrisno Pangaribuan yang turut hadir dalam pertemuan itu, kesimpulan itu diambil sebagai tindak lanjut menanggapi tuntutan warga yang datang ke gedung DPRD Sumut.
Sebelumnya, warga pinggir rel kereta api kawasan Jalan Asrama, Medan, mendatangi kantor DPRD Sumut. Mereka meminta bantuan wakil rakyat untuk persoalan yang dihadapi karena rumah yang mereka tinggali selama ini sebagian telah digusur dan yang lainnya menunggu digusur.
Warga datang ke gedung DPRD Sumut dengan menggunakan sejumlah angkutan kota, serta membawa sejumlah spanduk dan poster bertuliskan tuntutan mereka. Bahkan, massa yang didominasi kaum ibu ini memblokir gerbang utama gedung DPRD Sumut.
Setelah menyampaikan orasi, DPRD Sumut menerima perwakilan massa di dalam gedung.
(BS-001)
Tags
beritaTerkait
komentar