Sabtu, 24 Oktober 2026

Menaker Minta Pabrik Gula Terapkan Manajemen K3

Selasa, 04 Agustus 2015 20:46 WIB
Menaker Minta Pabrik Gula Terapkan Manajemen K3
Dokumentasi
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri meminta pengelola pabrik gula di seluruh Indonesia agar meningkatkan kualitas manajemen Keselamatan dan Kesehatan kerja (K3) di sekitar lingkungan pabrik gula.

Penerapan manajemen K3 sangat penting agar para pekerja terhindar dari kecelakan kerja serta merasa nyaman dan aman saat bekerja  sehingga akhinya dapat memacu produktivitasnya dalam mencapai target perusahaan.

"Pemerintah akan terus mendorong agar semua pabrik gula mematuhi aturan ketenagakerjaan, baik soal K3 maupun hubungan industrial. Ini untuk kepentingan pengusaha maupun pekerja juga," ujar Hanif Dakhiri saat mengunjungi Pabrik Gula Djombang Baru milik PT Perkebunan Nusantara X (PTPN X) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Senin (3/8/2015).

Hadir dalam kesempatan ini Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PPK dan K3) Muji Handaya, Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI dan Jamsos) Haiyani Rumondang dan Dirut PTPN X Subiyono.

Menaker mengatakan, saat ini belum banyak pabrik gula yang mampu menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Padahal, SMK3 diperlukan untuk memastikan adanya sistem yang terintegrasi di lingkungan bisnis yang bisa menciptakan suasana terbaik bagi semua pihak yang terlibat di dalamnya.

"Pemberlakuan SMK3 merupakan bagian dari sistem manajemen perusahaan untuk pengendalian risiko terkait kegiatan kerja yang aman, efisien, dan produktif. Ini akan terus didorong dan diawasi oleh Kementerian. Saya ingin semua pabrik taat aturan. Tentu ada sanksi jika melanggar," ujar Hanif.

Menaker mengapresiasi dua pabrik gula milik PTPN X yang telah menerapkan SMK3 secara penuh, yaitu PG Gempolkrep (Mojokerto) dan PG Modjopanggung (Tulungagung). Itu sekaligus menjadikan PG milik PTPN X sebagai PG pertama di Indonesia yang menerapkan dan lulus audit SMK3.

"Dulu saya pikir  jika masuk ke pabrik gula adalah kotor,
tidak aman, dan rentan terjadi kecelakaan kerja. Apalagi bagi pabrik gula yang wilayah kerjanya sangat kompleks, seperti adanya mesin bertekanan tinggi. Tapi sekarang saya melihat itu sudah berubah, seperti di Pabrik Gula Djombang Baru ini," kata Hanif.

Menaker menambahkan, dengan kualitas manajemen K3 yang baik, kesejahteraan yang secara bertahap terus meningkat, dan jaminan sosial menyeluruh lewat BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan, para buruh bisa konsentrasi penuh pada upaya memacu produktivitas.

"Buruh jangan hanya kuat di luar saat berdemonstrasi, tapi juga harus tangguh di dalam pabrik, bekerja giat di pabrik. Selain itu, harus baik pemikirannya, harus kuat di dalam pabrik dengan dialog yang bagus bersama manajemen untuk hasilkan kinerja optimal, sehingga yang teriak-teriak di luar pabrik bisa diminimalkan," kata Hanif.

Menaker mengatakan, pihaknya berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan K3 melalui berbagai upaya. Antara lain dengan melakukan sosiasasi manajemen K3, memastikan alat pelindung diri (APD) yang memadai, meningkatkan in-house training, bebas pencemaran lingkungan, dan terus melakukan edukasi ke seluruh tenaga kerja. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
Menaker Minta BPVP Ukur Keberhasilan dari Alumni yang Bekerja
Di Konferensi Perburuhan Internasional, Menaker Yassierli Paparkan Program Presiden Prabowo untuk Siapkan Tenaga Kerja Masa Depan
Menaker: Tata Kelola yang Kuat Hadirkan Layanan Ketenagakerjaan yang Lebih Baik
Menaker: Nyawa Pekerja Tak Boleh Jadi Taruhan, Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja
Pemko Binjai Tandatangani MoU dengan Kemnaker RI, Sinergikan Data Ketenagakerjaan untuk Perluas Akses Kerja dan Pelatihan
Pj Gubernur Sumut Terima Penghargaan Pembina Produktivitas dari Kemenaker
komentar
beritaTerbaru
hit tracker