Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Dewan Energi Nasional (DEN) mengunjungi Sumatera Utara (Sumut) dalam rangka melakukan evaluasi atas pelaksanaan penanggulangan krisis energi di Sumut.
Kunjungan DEN diwakili oleh Anggota Unsur Pemangku Kepantingan (AUPK) Tumiran dan Andang Bachtiar diterima Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Hasban Ritonga di Kantor Gubernur, Jalan Diponegoro, Medan, Rabu (29/7/2015).
Sekda Hasban Ritonga mengapresiasi kedatangan DEN ke Sumut dan berharap ada langkah percepatan dalam perbaikan kondisi krisis energi di Sumut. Hasban mengungkapkan infrastruktur energi yang cukup menjadi salah satu syarat utama mewujudkan kebangkitan perekonomian Sumut.
Dia menjelaskan masih terjadi pemadaman tinginya beban puncak yang saat ini mencapai 1.850 MW. Menurutnya kapasitas pasokan listrik Sumut hanya memiliki cadangan 100 MW, yang pada dasarnya belum mencukupi. Dia menyebutkan idealnya cadangan listrik 30% dari beban puncak yaitu minimal 550 MW. Sementara rata-rata pertumbuhan ketenagalistrikan di Sumut per tahun 6-7%, lebih rendah dari rata-rata pertumbuhan beban puncak.
Menurut Sekda, selain masih kekurangan energi listrik, Sumut masih mengalami kekurangan pasokan gas yang menyebabkan industri di Sumut sulit tumbuh malah semakin menurun. Karena itu, Sekda berharap pertemuan yang akan digelar DEN dengan stakholder energi di Sumut dapat menghasilkan rekomendasi percepatan penanggulangan krisis energi.
Pertemuan dengan Sekda akan dilanjutkan dengan pertemuan DEN bersama Dinas Pertambangan dan Energi Sumut dan stakeholder energi diantaranya PLN, Pertamina, Pertagas dan lainnya. Rapat monitoring dan evaluasi itu dilaksanakan di Kantor Dinas Pertambangan dan Energi.
Sementara Tumiran mengatakan kondisi krisis energi Sumut sudah menjadi topik pembahasan presiden dimana pihaknya sudah menyampaikan kepada presiden apa-apa saja yang sudah diupayakan.
"Kehadiran kami ke Sumut saat ini dalam rangka melakukan monitoring dan inventarisasi upaya percepatan penanggulangan krisis energi listrik dan gas," ujar Tumiran.
Dia mengakui Sumut termasuk salah satu daerah yang mengalami krisis energi yang parah, namun saat ini kondisinya sudah membaik.
Tumiran kemudian meminta Sumut segera menyusun Rencana Umum kelistrikan Daerah dan Rencana Umum Energi Daerah dalam rangka mengantisipasi keberlanjutan ketersediaan listrik di masa mendatang. Daerah tidak boleh bergantung pada kebijakan pusat.
"Daerah harus memetakan potensi-potensi kelistrikan yang ada dan perencanaan kebutuhan listrik mendatang," katanya.
Sementara itu Andang menyebutkan sebagai Ketua Komite Explorasi Nasional pihaknya sedang mengevaluasi 250 miliar barel prospek gas yang belum dieksploitasi karena persoalan dianggap tidak ekonomis.
"Di Gebang misalnya, ada kandungan 40 mmscfd yang kalau dibor bisa menjadi solusi gas Sumut," katanya.
Persoalannya menurut Andang pengusaha menganggap eksploitasi tidak ekonomis, namun hal itu masih dapat dicarikan solusinya.
"Mungkin pemerintah bisa menurunkan target pendapatan namun bisa menjadi solusi bagi persoalan masyarakat," katanya. (BS-001)
Tags
beritaTerkait
komentar