Minggu, 26 April 2026

Indonesia-Thailand Jajaki Kerja Sama Kemaritiman dan Perlindungan Pekerja Sektor Kelautan

Rabu, 29 Juli 2015 20:59 WIB
Indonesia-Thailand Jajaki Kerja Sama Kemaritiman dan Perlindungan Pekerja Sektor Kelautan
Istimewa
Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri dan Menteri Tenaga Kerja Thailand HE Mr Gen Surasak Karnjanara bertukar cindera mata.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Thailand menjajaki peningkatan kerja sama bilateral di bidang ketenagakerjaan. Diharapkan kerja sama ini dapat segera  diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman diantara dua negara. 

Hal tersebut terungkap dalam pertemuan bilateral antara Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri dan Menteri Tenaga Kerja Thailand HE Mr Gen Surasak Karnjanara di kantor Kemnaker, Jakarta, Rabu (29/7/2015).

Hanif mengatakan sebagai anggota dan pendiri dari Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), kedua negara merupakan mitra penting dan mempunyai peran aktif dalam berbagai kerja sama yang terjalin di bawah kerangka ASEAN.

"Indonesia dan Thailand sampai dengan saat ini telah memiliki beberapa Memorandum of Understanding (MoU) antara lain di bidang pendidikan, hukum, anti korupsi, perdagangan.  Namun sampai dengan saat ini belum ada MoU yang terjalin di bidang ketenagakerjaan," kata Hanif.

Oleh karena itu, kata Hanif, dalam pertemuan tersebut keduanya sepakat untuk menjajaki secara serius kerja sama di bidang ketenagakerjaan dalam bentuk penandatanganan MoU secara resmi.

"Dalam pertemuan tadi disinggung juga masalah kerjasama di bidang maritim dan kelautan, kerjasama sektor produk perikanan dan terutama perlindungan pekerja kelautan atau ABK (Anak buah Kapal) antarkedua negara," kata Hanif.

Terkait dengan kerjasama menghadapi ASEAN Community dan Post 2015 and Beyond, Indonesia sangat mendukung kelanjutan kerja sama diantara negara anggota ASEAN di bawah pilar socio-culture, khususnya bidang ketenagakerjaan.

"Kita juga setuju melanjutkan program awareness dan promosi perlindungan sosial tenaga kerja serta membangun jaringan komunikasi regional networking untuk memperkuat perlindungan social, program skills recognitions and productivity dalam rangka peningkatan kualitas angkatan
kerja, memfasilitasi skilled workers mobility, serta meningkatkan kesempatan kerja pada era globalisasi ekonomi," kata Hanif.

"Indonesia dan Thailand juga sepakat dapat terus mendukung pelaksanaan ASEAN Skills Competition (ASC) sebagai pemacu negara-negara anggota ASEAN untuk terus meningkatkan pengembangan kompetensi dan keterampilan tenaga kerja usia muda," imbuh Hanif.

Kerja sama yang lebih erat antarnegara ASEAN dibutuhkan mengingat sampai dengan saat ini ASEAN mutual recognition telah ada delapan sektor yang telah disetujui dan Indonesia mengharapkan agar skills recognition dapat terus dikembangkan kedepannya.

Kerja sama juga dibutuhkan untuk membangun jaringan konsultasi regional tentang pengawasan ketenagakerjaan, penguatan kapasitas labour market system, membangun komunikasi dalam rangka penguatan dialog sosial regional dalam rangka hubungan industrial (terkait sistem pengupahan, jaminan sosial, kondisi kerja, dan promosi kerja layak).

Sementara itu, terkait perlindungan tenaga migran, saat ini ASEAN akan melakukan finalisasi instrument perlindungan tenaga kerja migran diantara negara anggota. 

"Indonesia mengharapkan kiranya instrumen tersebut dapat segera diimplementasikan secara konsisten oleh seluruh negara anggota ASEAN dengan cakupan perlindungan secara menyeluruh, baik documented maupun undocumented migrant workers dan memberantas tindak human trafficking," kata Hanif.

Sementara itu, Menteri Tenaga Kerja Thailand HE Mr Gen Surasak Karnjanara mendukung perlu adanya kerjasama yang lebih erat antara Indonesia dan Thailand, terutama di bidang ketenagakerjaan.

"Kerja sama antar kedua negara diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam penanganan bidang ketenagakerjaan di masing-masing negara," kata Gen Surasak karnjanara.

Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Thailand telah terjalin sejak Tahun 1950 dan terus berkembang sampai dengan saat ini, khususnya di bidang ekonomi, perdagangan, investasi, dan pariwisata. Kerja sama ini semakin diperkuat dengan adanya Komisi Bersama (Joint Commission) sejak Tahun 1992.

Selama ini, Indonesia dan Thailand juga terlibat dalam kerja sama regional dalam Indonesia Malayasia Thailand-Growth Triangle (IMT-GT) dan salah satu working group membahas mengenai Human Resources Development (HRD).

Indonesia mendukung agenda kerja yang akan dilakukan pada Tahun 2015 di bawah working group HRD khususnya pelaksanaan Training of Trainers on Underwater Welding yang rencana akan dilaksanakan pada Agustus 2015 di Songkla, Thailand. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
Film Indonesia Menguat di Panggung Internasional Sepanjang 2025
Serahkan Piala Juara Liga 4, Gubernur Harapkan Sepakbola Sumut Makin Berkembang
Indonesia untuk Pertama Kali ke Piala Dunia U-17 Via Kualifikasi
Hasil Indonesia Vs Yaman: Garuda Muda Menang 4-1, ke Piala Dunia U-17
Walikota Medan Ajak Seluruh Warga Medan Dukung Fajar dan Mesa di 5 Top Indonesian Idol
Sikat Bahrain, Indonesia Mulai 'Intip' Babak 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026
komentar
beritaTerbaru
hit tracker