Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com – Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan M Romahurmuziy mengatakan untuk memastikan syiar Islam tetap berjalan dengan baik, maka dibutuhkan kekuasaan. Oleh karena itu, kekuasaan sangat penting bagi umat Islam.
Hal itu disampaikan Romy sapaan akrab Romahurmuziy pada acara silaturrahmi DPW PPP Sumut bersama ulama se-Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) yang dipusatkan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sabtu (7/3/2015) kemarin.
Turut hadiri pada acara itu, Ketua DPW PPP Sumut yang juga Anggota DPR RI Fadly Nurzal, Sekretaris Yulizar P Lubis, Bendahara Fitri Siswaningsih, dan pengurus DPW PPP lainnya seperti Nuzirwan B Lubis, Jafaruddian Harahap, Ahmadan Harahap, Andi Jaya Matondang, Rahim Gea, Faisal Hutabarat, M Soleh Tanjung, Darwin Marpaung, Jon Masren Saragih, dan Jonson Sihaloho.
Juga hadir beberapa pengurus DPD PPP Kabupaten/Kota yakni Ketua DPD Tapanuli Tengah, Sibolga, Tapanuli Selatan, Padang Sidimpuan, Tapanuli Selatan, Padang Lawas Utara, P Siantar, Deli Sedang, dan Kota Medan.
Pada kesempatan itu, Romy menjelaskan, PPP sebagai salah satu kekuatan politik di Indonesia yang telah berusia 42 tahun tetap konsisten memperjuangkan kepentingan bangsa dan negara berlandaskan hukum-hukum Islam. Caranya dengan memasukkan nilai dan norma-norma Islam ke dalam konstitusi Indonesia, melalui kader-kader PPP yang ada di eksekutif dan legislatif. Dengan acara seperti itu, PPP berharap umat Islam Indonesia tetap bisa melaksanakan ajaran agama tanpa ada gangguan sedikitpun.
"Berdasarkan itulah, PPP berpandangan bahwa kekuasaan itu sangat penting, karena agama tanpa kekuasaan akan hilang," jelas Romy.
Atas dasar itu juga, PPP berharap kepada para ulama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan seluruh umat Islam bersatu untuk memenangkan PPP, terutama di Bumi Gordang Sambilan, Mandailing Natal ini.
Pada kesempata itu Romy juga menyinggung soal dinamika di tubuh PPP. Dikatakannya, kalau belakangan ini banyak yang mengaku-ngaku sebagai pimpinan PPP, baik di tingkat pusat, provinsi dan kabupaten kota, bagi Romy itu biasa. Sebab sejak Nabi Muhammad SAW wafat, pun sudah banyak yang mengaku-ngaku jadi nabi, bahkan ada yang berani mengaku sebagai malaikat.
"Mengaku nabi saja orang berani, apalagi hanya sebagai pimpinan PPP. Namun, kita berharap dinamika ini Insya Allah menjadi tanda-tanda kebangkitan PPP, seperti di Madina ini kita doakan kelak akan dipimpin PPP," ujarnya.
Sebelumnya Ketua DPW PPP Sumut Fadly Nurzal didampingi Ketua DPD PPP Madina Dahler Lubis, menegaskan bahwa sampai sekarang ini, kepengurusan DPP PPP yang diakui pemerintah berdasarkan SK Menkumham RI adalah yang dipimpin Romahurmuziy.
"Jadi jika ada yang mengaku pengurus di luar itu, itu palsu," jelas Fadly.
Untuk itu, Fadly mengajak seluruh pengurus DPW dan DPD di Sumatera Utara untuk tidak larut dalam dinamika tersebut. Justru harus terus bergerak maju, melakukan penguatan konsolidasi baik secara internal dan eksternal. Silaturrahmi bersama ulama se-Tabagsel ini adalah bagian dari upaya konsolidasi kita.
"PPP lahir dan dibesarkan para ulama dengan keringat darah dan air mata. Kita sebagai pemegang amanah, tidak boleh jauh dari ulama dan umat Islam," tegas Fadly.
(BS-001)
Tags
beritaTerkait
komentar