Minggu, 03 Mei 2026

Merasa Dibohongi, Warga Jalan Santun Medan Protes Pembangunan Tower

Rabu, 18 Februari 2015 09:20 WIB
Merasa Dibohongi, Warga Jalan Santun Medan Protes Pembangunan Tower
Ilustrasi. (Google)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com – Masalah pembangunan tower seperti tak berhenti mencuat ke tengah publik.

Seperti yang terjadi di Jalan Santun Kelurahan Sudirejo I, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan.

Sejumlah warga yang tinggal di sekitar Gereja Methodist mengadukan keresahannya ke Komisi D DPRD Kota Medan, Selasa (17/2/2015).

Pada rapat dengar pendapat yang dipimpin Ketua Komisi D Ahmad Arif ini salah satu warga, Reni Simatupang mengatakan dirinya merasa dibohongi pihak gereja yang meminta tanda tangan persetujuan pembangunan tower di sekitar rumahnya.

"Kami diminta persetujuan untuk pendirian lonceng gereja. Kami tidak tahu kalau ternyata yang dibangun itu tower. Kami sangat keberatan dengan keberadaan tower itu," kata Reni Sumatupang yang rumahnya hanya berjarak dua meter dari lokasi.

Senada, warga lainnya, Hutabarat, mengatakan pihak gereja tidak pernah menyebutkan tower pada saat meminta tanda tangan warga. Pihak gereja mengatakan yang akan dibangun adalah menara lonceng gereja.

"Waktu meminta tanda tangan satu kali pun dia tak ada bilang untuk tower. Ia bilang itu menara lonceng gereja. Tentu sebagai umat kristiani saya bersedia memberikan izin. Setelah saya tanda tangan, baru dia bilang saya akan diberi uang Rp500.000, saya tak ngerti itu uang apa," kata Hutabarat.

Ketua Panitia Pembangunan Gereja Jakson Pakpahan mengaku sudah menjelaskan secara detail mengenai pembangunan tower tersebut.

Ia mengatakan dirinya sudah menunjukkan model kamuflase tower yang akan dibangun. Warga pun akhirnya setuju dan menagih uang Rp500.000 yang dijanjikannya.

Lurah Sudirejo I Budiah mengatakan awalnya protes karena pembangunan tower masih belum mengantongi izin dari Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) Medan.

Namun, lanjutnya, 14 Oktober 2013, mereka sudah mengantongi izin dan pembangunan dilakukan. Tapi warga berkeras menolak itu sehingga dilakukan mediasi beberapa kali dan masih tidak ada jalan keluar.

"Yang saya pegang tanda tangan warga ini Pak. Selanjutnya, pihak pengembang juga sudah memiliki izin. Saya sudah menjalankan tugas sesuai kapasitas saya. Sebelum mereka punya izin saya tidak mengizinkan ada pembangunan apapun di sana," katanya.

Ketua Komisi D DPRD Medan Ahmad Arif didampingi Wakil Ketua P Mei Simanjuntak, Sekretaris Dame Duma Sari Hutagalung, dan Anggota Komisi D Ihamsyah, Maruli Tua Tarigan, Parlaungan Simangunsung, dan Sahat Simbolon mengatakan ada baiknya pihak gereja membangun komunikasi yang baik.

"Saya kira kalau sudah memiliki izin, kita sudah tidak bisa apa-apa lagi. Lagipula, berdasarkan apa yang kita dengarkan dari ibu lurah tadi, semua prosedurnya sudah dilakukan," jelasnya.

Untuk itu, kata Arif, ia meminta warga bersabar dan mengikhlaskan itu. Jika nantinya ada penyimpangan dalam pembangunannya, warga diminta melaporkannya pada DPRD Medan.

"Bangun hubungan baik dan komunikasi yang baik sajalah antara warga dan pengurus gereja," kata Arif. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
Sebelum Jatuh, Hercules TNI AU Terbang Rendah dan Menabrak Tower Radio
Pasien Meninggal, Keluarga Protes Rumah Sakit
Putusan Hakim Memenangkan Komjen Budi Gunawan Memantik Protes di Medan
Nelayan Sumut Protes Menteri Kelautan
Tak Miliki Izin, Dinas TRTB Medan Bongkar Tower di Atas Gereja
Mahasiswa Protes BBM Naik di Medan: Inikah Revolusi Mental?
komentar
beritaTerbaru
hit tracker