Senin, 21 September 2026

Pengumuman Hasil Seleksi Bidan PTT Madina Bermasalah

Selasa, 10 Februari 2015 17:36 WIB
Pengumuman Hasil Seleksi Bidan PTT Madina Bermasalah
Anisah didamping Ketua Gusar Sumut LSM LRI Toguan Lubis. (M Saima Putra)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com – Pengumuman hasil seleksi penerimaan Bidan Pegawai Tidak Tetap (PTT) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Tahun 2015 dinilai bermasalah. Pasalnya, pengumum hasil seleksi dilakukan sebanyak dua kali.

Hasil seleksi Bidan PTT pertama, Nomor: 800/1173/Dinkes/2015 Tanggal 9 Februari 2015 sekitar pukul 15:30 WIB. Kedua, Tanggal 10 Februari 2015 dengan nomor yang sama namun hasilnya berbeda.

Pada pengumuman kelulusan pertama, tertera Nomor Urut 53 atas nama Anisah dengan Nomor Peserta 076. Sementara pada pengumuman kedua berubah menjadi Nomor Urut 53 atas nama Anisah dengan Nomor Peserta 061.

Setelah mengetahui terjadinya perubahan, Anisah peserta ujian Bidan PTT Nomor Peserta 076, kemudian mendatangi Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Madina.

Ketika Anisah menanyakan perubahan itu kepada Pegawai Dinkes tempat pelaporan yang sudah lulus, mereka menjawab, "Kami tidak tau-tau itu."

"Saya cukup kaget dengan berubahnya hasil seleksi. Pengumuman pertama masih ada nomor dan nama saya di pengumuman. Tapi pada hari ini sudah tidak ada," jelasnya.

Ditambahkannya, pengumuman pertama diketahui Anisah kemarin sore. Setalah mengetahui ia menang, Anisah langsung melapor kepada Hasan, sesuai petunjuk di papan pengumuman.

"Namun pada hari ini sekitar pukul 13:00 WIB, kawan saya menelepon bahwa di papan pengumuman bukan nomor saya yang tertera melainkan Nomor 061. Mendengar informasi itu, saya sempat menyampaikan kepada kawan saya itu supaya melihatnya dengan baik, tetapi kawan saya tetap mengatakan hal sama bahwa nomor saya tidak ada tertera di papan pengumuman," kata Anisah.

Atas kejadian ini, Anisah sangat kecewa, sakit hati, dan merasa dipermalukan.

"Mungkin karena saya orang miskin, makanya nomor peserta saya diganti pada papan pengumuman itu. Baginilah nasib orang kecil yang selalu teraniaya," ucap Anisah berurai air mata.

Anisah mengaku tidak tau mau mengadu kemana lagi karena ia tidak punyak uang, tidak punya beking.

"Saya ikut ujian ini murni. Biar Allah SWT saja yang menghukum mereka yang menzolimi saya," katanya pasrah.

Toguan Lubis, Ketua Gusar Sumut LSM Lembaga Reclassering Indonesia (LRI) yang mendampingi Anisah di Kantor Dinkes Madina menegaskan pihaknya siap mendampingi calon Bidan PTT yang merasa dirugikan.

"Kita siap mendampingi para calon Bidan PTT yang telah lulus atau yang merasa dirugikan akibat keluarnya pengumuman yang tidak sesuai dengan mekanisme yang ada untuk dibawa ke ranah hukum," ujarnya.

Diakuinya, penerimaan Bidan PTT Madina sejak awal sudah banyak kejanggalan. Diantaranya adanya dugaan gratifikasi untuk meluluskan para calon.

Toguan berharap calon Bidan PTT yang merasa dirugikan agar segera melapor ke pihak berwajib.

Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian (BKD) Madina Meinul Lubis saat dikonfirmasi di ruang kerjanya mengatakan pihaknya tidak dilibatkan Dinkes Madina dalam penerimaan Bidan PTT.

"Kita tidak ada dilibatkan dalam penerimaan Bidan PTT ini. Dinas Kesehatan tidak ada memberikan pemberitahuan kepada kita. Namun mereka memasukkan salah seorang anggota saya bernama Wiwik ke dalam tim penerimaan. Karena Dinas Kesehatan tidak ada memberikan pemberitahuan kepada BKD Madina, makanya saya tidak ada mengeluarkan SPT buat Wiwik dalam panitia penerimaan Bidan PTT tersebut," tegas Meinul. (BS-026)

Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru
hit tracker