Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Jakarta, (beritasumut.com) – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Tengku Erry Nuradi menerima sertifikat 7 warisan budaya takbenda asal Sumut dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud).
Sertifikat diberikan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Wiendu Nuryati di Gedung Sanken, Museum Nasional, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (17/10/2014) malam.
Warisan Budaya Takbenda dari Sumut yang teristerasi tersebut yakni Serampang Duabelas, Huda-huda, Omo Hada, Bola Nafo, Berahoi, Merdang-Merdem dan Ulos Batak Toba. Kemendikbud juga memberikan sertifikat untuk Tor-tor, Gordang Sambilan dan Rumah Adat Karo pada tahun 2013 lalu.
Mewakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, dalam sambutanya Wiendu Nuryati mengatakan hingga 2014 terlah tercatat 4.156 karya budaya di Kemendikbud. Khusus Tahun 2013 saja, karya budaya yang berhasil dicatatkan sebanyak 77 karya budaya sebagai warisan budaya takbenda yang beradal dari seluruh penjuru tanah air.
“Malam ini, untuk Tahun 2014 Kemendikbud kembali memberikan sertifikat untuk 96 karya budaya takbenda yang berasal dari 30 provinsi di Indonesia,” sebut Wiendu.
Wiendu menegaskan, penetapan dengan pemberian sertifikat untuk karya budaya takbenda dilakukan secara bertahap dan melalui proses kajian yang intensif dan berkesinambungan.
“Harapan kita, seluruh karya budaya takbenda milik Bangsa Indonesia akan tercatat dan memiliki sertifikat. Ini sangat penting agar negara-negara lain tidak sembarangan mencaplok atau mengakui warisan budaya Indonesia sebagai warisan mereka,’’ ujar Wiendu.
Usai menerima seritifikat, Wagub Sumut Tengku Erry Nuradi menyatakan, warisan karya budaya Sumut yang telah tercapat dan memiliki sertifikat sebanyak 10 karya budaya. Masih banyak karya budaya yang ada di Sumut belum tercatat dan memiliki sertifikat.
“Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sumut akan menabulasi seluruh karya budaya, makanan dan adat istiadat dari berbagai suku di Sumut untuk diajukan kepada Kemendikbud untuk dicatatkan dan mendapat serifikat,” ujar Erry.
Erry menyatakan, sertifikat karya budaya merupakan bentuk pengakuan atas khazanah budaya budaya yang merupakan kekayaan Bangsa Indonesia. Tetapi hal yang paling penting adalah upaya untuk melestarikan karya budaya itu sendiri.
“Dengan adanya pengakuan dalam sertifikat, kita memiliki tanggungjawab untuk tetap melestarikannya agar tidak punah. Karya budaya itu menjadi warisan bagi generasi mendatang,” ujar Erry.
Lebih lanjut Erry menyatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut juga akan mengajukan karya budaya lebih spesifik tata cara upacara perkawinan seluruh suku, upacara adat dan lain sebagainya yang dinilai menjadi kekayaan adat istiadat.
Dalam acara penyerahan sertifikat karya budaya takbenda tersebut, Wagub Sumut Tengku Erry menyerahkan ulos Batak kepada Wamen Wiendu Nuryati sebagai bentuk penghormatan masyarakat Sumut atas keluarnya pengakuan dan sertifikat 7 karya budaya takbenda asal Sumut.
(BS-001)
Tags
beritaTerkait
komentar