Rabu, 27 Mei 2026

Mentan Resmikan Kantor Balai Karantina Pertanian dan Sistem INSW di Bandara Kualanamu

Kamis, 02 Oktober 2014 17:08 WIB
Mentan Resmikan Kantor Balai Karantina Pertanian dan Sistem INSW di Bandara Kualanamu
Mentan Suswono bersama Wagub Sumut Tengku Erry Nuradi dan Kaban Karantina Pertanian Banun Harpini menekan tombol mengawali beroperasinya Kantor Balai Karantina Pertanian di Bandara Kualanamu, Kamis (2/10/2014). (Ist)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Kualanamu, (beritasumut.com) – Menteri Pertanian (Mentan) Suswono meresmikan Kantor Balai Karantina Pertanian Kelas II Medan di Bandara Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang sekaligus melakukan uji coba layanan sistem Indonesia National Single Window (INSW) yang dapat mempermudah pelayanan ekport import produk pertanian secara online, Kamis (2/10/2014).

Hadir dalam acara peresmian dan uji coba layanan INSW tersebut Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Tengku Erry Nuradi, Kepala Badan (Kaban) Karantina Pertanian Banun Harpini, Kepala Pusat Kepatuhan Kerjasama dan Informasi Arifin Tasrif, Kepala Pusat Karantina Hewan Sujarwanto, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Medan Jaffar Sidiq, Kadis Pertanian Sumut M Roem dan Kadis Pertanian Kabupaten Deli Serdang Sri Eka Yanti Danil.

Dalam kesempatan tersebut, Mentan Suswono mengatakan, Badan Karantina Pertanian (Barantan) sebagai instansi yang melindungi sumberdaya alam hayati kini mereposisi diri sebagai intrumen strategis dalam penerapan Sanitary and Psytosanitary Measures. Pemanfaatan teknologi Informasi pada kegiatan operasional perkarantinaan telah menjadi pilar dalam penyelenggaraan perkarantinaan.

Sistem informasi Barantan sejak Tahun 2007 telah terintegrasi dalam sistem INSW dan menjadi bagian penting dalam percepatan arus barang di pelabhan dan bandara. Barantan sendiri memiliki dua inhouse sistem yang dibangun dalam kerangka INSW yakni Electronic System for Plan Quarantine (E-PLAQ) dan Electronic System for Quarantine Veteriner (E-QVET).

“Sistem ini ditujukan untuk meningkatkan kecepatan proses layanan terkait ekspor impor komoditas pertanian, minimalisasi waktu dan biaya yang diperlukan dalam penanganan komoditas pertanian, peningkatan validitas dan akurasi data maupun informasi serta menjadi instrumen pengawasan atas seluruh layanan yang diberikan. Sistem ini menjadi instrumen penting peningkatan pelayanan publik Badan Karantina Pertanian untuk menjadi lebih transparan, akuntabel dan berkualitas,” papar Suswono.

Keberadaan Balai Karantina Pertanian dan sistem INSW akan mendongkrak produk pertanian Indonesia menjadi lebih berdaya saing, pelaksanaan preferensi perdagangan termasuk Free Trade Area (FTA) akan lebih terkendali, penyelundupan dan gangguan impor lainnya dapat lebih diatas, penerimaan negara (PBBP) dapat lebih optimal dan memberikan kepastian bagia kegiatan usaha di Indonesia.

Suswono juga berharap, peresmian Kantor Balai Karantina Pertanian Kelas II Medan sebagai komitmen peningkatan pelayanan publik Badan Karantina Pertanian. Pembangunan fasilitas kantor modern dengan dilengkapi fasilitas laboratorium dan sistem informasi telah disediakan secara terintegrasi. Pelayanan Karantina kepada masyarakat dilakukan secara online. Kecepatan akses dan kemudahan pelayanan bagi pengguna jasa karantina pertanian menjadi komitmen dalam pelayanan bagi masyarakat.

“Dengan adanya layanan sistem INSW mandatory di Bandara Kualanamu, maka in house system pelayanan di Balai Karantina Pertanian Kelas II Medan otomastis terintegrasi ke dalam sistem INSW. Kedepan, diharapkan kantor pelayanan ini memberikan kontribusi bagi pemerintah daerah dan pelaku usaha dalam mendorong dan mengakselerasi espor komoditas unggulan Provinsi Sumut melalui penerapan SPS dan layanan karantina di tempat produksi,” ujar Suswono.

Lebih lanjut Suswono mengatakan, layanan INSW sendiri telah diterapkan sejak Tahun 2007 di 4 pelabuhan utama di Indonesia yakni Pelabuhan Tanjung Priok, Tanjung Perak, Tanung Mas dan Pelabuhan Belawan serta 1 Bandar Udara yaitu Bandara Soekarno Hatta.

“Setelah diterapkan di Bandara Kualanamu, dalam waktu dekat layanan INSW akan diterapkan di 6 pelabuhan dan bandara guna mendorong percepatan arus barang (flow of goods) yakni Pelabuhan Dumai Pekan Baru, Panjang Lampung, Soekarno Hatta Makasar, Pelabuhan Benoa Bali, Pelabuhan Bitung Manado, Bandara Ngurah Rai Denpasar,” sebut Suswono.

Sementara Wagub Sumut Tengku Erry Nuradi mengatakan, Sumut merupakan sentra holtikultura di Indonesia. Bahkan sayur dan buah dari Sumut telah menembus pasar ekspor seperti Siangapura, Malaysia, Jepang, Korea bahkan hingga ke Ukrina. Nilai ekspor palwija Sumut pada periode April 2014 tercatat mencapai US$ 1.254.314. Sedang sayuran US$ 1.830.519 dan ekspor buah dari Sumut tercatat US$ 688.497.

“Dengan adanya karantina Pertanian diharapkan dapat meningkatkan volume ekspor sekaligus menjadi antisipasi dan proteksi msukknya produk pertanian tidak berkualitas dari luar negeri,” ujar Erry.

Erry juga berharap, INSW dapat mendorong kelancaran dan keceatan arus barang eskportimport serta mengurangi biaya transaksi melalui peningkatan efisiensi waktu dan biaya dalam proses penanganan dokumen karantina pertanian. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
Aksi Solidaritas Mendukung Tempo Melawan Gugatan Rp 200 Miliar oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman
Kodam Brawijaya Dukung Program Kementan Tingkatkan LTT di Jawa Timur
Wakil Menteri Pertanian Targetkan 97.000 Hekatre Perluasan Areal Tanam Padi di Sumut
Dampingi Kunker Wakil Menteri Pertanian, Pj Gubernur Komitmen Jaga Kedaulatan Pangan Sumut
Kepala BPSIP Sumut Paparkan Tugas dan Fungsi BSIP Kementan
Walikota Medan Apresiasi Penyerahan Bantuan dari Mentan Kepada Kelompok Tani
komentar
beritaTerbaru
hit tracker