Senin, 06 Juli 2026

Kadis Kesehatan Madina Dinilai Rusak Citra Plt Bupati

Minggu, 28 September 2014 18:48 WIB
Kadis Kesehatan Madina Dinilai Rusak Citra Plt Bupati
Ketua Kadin Madina Syafaruddin Haji alias Akong. (M Saima Putra)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Panyabungan, (beritasumut.com) – Penghinaan yang dilakukan  oknum Kadis Kesehatan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Ismail Lubis yang mengatakan wartawan penjahat dan perampok, berdampak terhadap citra Plt Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution.

Pernyataan oknum Kadis Kesehatan Kabupaten Madina Ismail Lubis ternyata tidak sebatas pembicaraan di tingkat Kabupaten Madina, namun penghinaan profesi ini sudah menjadi pembahasan di tingkat Provinsi Sumatera Utara sehingga akan bisa merusak citra Plt Bupati dan birokrasi di Pemkab Madina.

“Jika hal ini dibiarkan, diyakini akan juga berimbas dan mengancam iklim investasi di Kabupaten Madina,”sebut Ketua Kamar Dagang dan Industri Kabupaten Madina Saparuddin Haji Lubis alias Akong di Panyabungan, Ahad (28/9/2014).

Akong mengatakan, sikap Kadis Kesehatan Ismail Lubis yang menghina profesi Pers merupakan cerminan ketidakmampuan seorang Dahlan Hasan Nasution selaku kepala pemerintahan maupun Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) di daerah.

Apalagi permasalahan ini didasari pemberitaan seputar dana BPJS dari Januari hingga Juni 2014 yang diparkir di rekening Dinas Kesehatan, lalu “ditarik paksa” ke kas daerah yang berjumlah Rp5,1 miliar meskipun ada yang mengatakan jumlahnya mencapai Rp5,3 miliar.

"Menurut analisis saya, ini wujud ketidaksenangan atas pemberitaan padahal itu adalah fakta. Seingat saya ini dimulai pemberitaan sejumlah media mengenai dana BPJS yang tidak disalurkan, padahal pihak puskesmas juga saya dengar sudah mengeluh. Logikanya bagaimana mereka bisa menjalankan pelayanan kesehatan jika dana operasional dan obat-obatan tidak disalurkan, dan bagaimana masyarakat bisa mencicipi program yang diendus-enduskan Pemkab Madina memberikan pelayanan kesehatan yang baik,” ujar Akong.

Selain Kadis Kesehatan terkesan tertutup dan selalu menghindari wartawan, bahkan diinformasikan berupaya memaksakan kehendak kepada kepala puskesmas terkait pengelolaan dana BPJS. Akong menilai Pemkab Madina juga tidak terlalu serius menanggapi dan menyelesaikan masalah BPJS yang sudah sampai ditanggapi BPK RI ketika itu.

Menurut Akong, perseteruan wartawan Madina saat ini bukan lagi sebatas dengan Kadis Kesehatan Ismail Lubis, tapi sudah melebar kepada Plt Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution dengan wartawan yang ada di Sumatera Utara khususnya dan Indonesia pada umumnya.

“Pak Dahlan harus segera menyikapi masalah ini, sebab jika ini terus melebar dikhawatirkan berdampak pada iklim investasi dan program pembangunan di Madina, apalagi program pembangunan di Madina juga perlu dicek apakah sudah sesuai anggaran dengan pekerjaan. Ucapan ‘penjahat dan perampok’ itu akan melukai jiwa seluruh insan pers di dunia,” imbuhnya.

Idealnya, Plt Bupati Madina secepatnya mengganti Kadis Kesehatan Ismail Lubis. “Setahu saya, wartawan di Madina banyak yang tergabung dalam parpol dan organisasi kepemudaan. Jika dibiarkan permasalahan ini tidak tertutup kemungkinan akan muncul babak baru perpolitikan di Madina. Karena itu jugalah DPRD Madina kami ingatkan supaya merespon permasalahan ini dengan merekomendasikan pencopotan Ismail Lubis dari jabatannya,” pungkasnya. (BS-026)

Tags
beritaTerkait
Polda Sumut Gelar Perkara Kasus Plt Bupati Toba Samosir Nonaktif di Mabes Polri Pekan Depan
Kejari Panyabungan Kirim Memori Banding Vonis Kadis Kesehatan Madina
Hina Wartawan, Kadis Kesehatan Madina Divonis Percobaan
Sidang Vonis Kadis Kesehatan Madina Ditunda, Ada Apa?
M Four Dukung PN Panyabungan Penjarakan Kadis Kesehatan Madina
Kejari Balige Tunggu Surat Izin Pemeriksaan Plt Bupati Tobasa Dari Kemendagri
komentar
beritaTerbaru
hit tracker