Senin, 06 Juli 2026

Dinilai Hina Profesi Wartawan, PWI Minta Gubernur Sumut Copot Kadis Kesehatan Madina

Minggu, 21 September 2014 17:49 WIB
Dinilai Hina Profesi Wartawan, PWI Minta Gubernur Sumut Copot Kadis Kesehatan Madina
Ilustrasi. (Google)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Panyabungan, (beritasumut.com) – PWI Perwakilan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) meminta Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Gatot Pujo Nugroho mencopot Kadis Kesehatan Madina drg Ismail Lubis secepatnya.

Pencopotan drg Ismail Lubis dinilai keputusan paling tepat mengingat sepak terjangnya yang cenderung membahayakan visi dan misi bidang kesehatan di Sumatera Utara, khususnya di Madina.

Demikian di sampaikan Ketua PWI Perwakilan Madina Sarmin Harahap SE di Panyabungan, Ahad (21/9/2014).

Kemudian, menghina wartawan dengan kata-kata seperti penjahat dan perampok yang dilontarkan Kadis Kesehatan Madina, merupakan bentuk arogansi dan pelecehan terhadap profesi wartawan.

"Saya yakin Pak Gatot adalah sahabat sejati jurnalis yang ikut membesarkan namanya, dan tidak akan membiarkan sahabatnya dihina. Saya berharap Pak Gatot angkat bicara terkait masalah ini. Karena Plt Bupati Madina Drs Dahlan Hasan Nasution diyakini tidak akan berani angkat bicara mengingat drg Ismail Lubis pejabat eselon II yang paling dekat dengannya," ucap Sarmin Harahap.

Dikatakan demikian kata Sarmin bukan tanpa alasan. Lihat saja masalah dana BPJS dengan biaya Rp5,1 M di diduga kuat sengaja diendapkan di salah satu bank dengan alasan pihak Puskesmas tidak siap SDM-nya.

Terkait masalah BPJS ini Plt Bupati Madina Drs Dahlan Hasan kesannya diam meski para Kepala Puskesmas sudah "berteriak" karena  merasa tertekan oleh kebijakan atasan.

Karena jika coba-coba melawan, maka jabatan yang jadi taruhan, sehingga terpakasa tunduk diam dalam tekanan.

Kemudian, terjadinya disharmonisasi di internal Dinas Kesehatan juga dibiarkan, sehingga drg Ismail Lubis lebih leluasa tanpa ada khawatir melakukan kebijakan sesuka hatinya.

Plt Bupati Madina kesannya tidak mau tahu tentang apa yang terjadi di internal Dinas Kesehatan. Karena yang terpenting baginya drg Ismail loyal padanya.

“Karena itu sikap tegas Pak Gatot terkait penghinaan wartawan ini sangat diharapkan secepatnya, sebelum aksi turun ke jalan dilakukan sebagai aksi perlawanan jurnalis atas penghinaan profesi jurnalis," ucap Sarmin Harahap.

Sarmin Harahap juga menilai drg Ismail Lubis tidak bisa dipertahankan jadi pejabat eselon II, karena diduga kuat memiliki track record yang bermasslah mulai dari saat menjabat Kabid, Kepala RSUD Panyabungan, hingga Kadis Kesehatan.

Kemudian drg Ismail Lubis dalam memimpin Dinas Kesehatan lebih cenderung bekerja sendiri, sementara para pegawai mulai dari kasi, kabag, dan lainnya tidak diberdayakan.

Bahkan informasi berkembang, hampir semua urusan tertumpu pada seorang pegawai bernama Rina, yang  diketahui sangat dekat dengan drg Ismail Lubis.

Sebelumnya sejumlah wartawan di Kabupaten Mandailing Natal telah melaporkan Kepala Dinas Kesehatan Drg Ismail Lubis ke Polres Madina atas pelecahan yang dilakukannya terhadap profesi wartawan.

Nomor pengaduan atas penghinaan wartawan yang dilakukan Drg Ismail Lubis STPL/115/IX/2014/SU/RES MD.

Kapolres Madina AKBP Mardiaz Kusin Dwihananto melalui Kasatreskrim AKP Wira Prayatna membenarkan adanya laporan pengaduan itu.

"Benar ada laporan itu, kita akan melakukan pengembangan kasus dan memanggil saksi-saksi. Kalau tidak salah pasal yang disangkakan adalah 310 KUHPidana tentang penghinaan, pelapor sudah buat keterangan," ujar Wira. (BS-026)

Tags
beritaTerkait
Tim Sepakbola PWI Sumut Pulang Kampung
PWI Deli Serdang Sesalkan Aksi Teror Terhadap Wartawan
Usai Dibina, Eks Gafatar Tanggungjawab Kabupaten/Kota
Ribuan Warga Ikuti Jalan Sehat PWI Sumut
Plt Gubernur Sumut Galakkan Wirid Malam Jumat
Plt Gubernur Sumut Terima Penghargaan Anubhawa Sasana Dari Menkumham
komentar
beritaTerbaru
hit tracker