Minggu, 03 Mei 2026

DPRD Tuding Kinerja Kadis Bina Marga Medan Buruk

Rabu, 07 Mei 2014 13:50 WIB
DPRD Tuding Kinerja Kadis Bina Marga Medan Buruk
Daniel Pinem. (Ist)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – DPRD Kota Medan menuding kinerja Kadis Bina Marga Kota Medan buruk. Banyak proyek pembangunan yang dikerjakan asal jadi bahkan tidak berkualitas.

Parahnya lagi, Kadis Bina Marga dinilai melakukan pembohongan. Pasalnya, pada Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Walikota Medan Tahun 2013, pengerjaan proyek dinyatakan selesai namun fakta di lapangan masih terbengkalai alias tidak tuntas.
 
Tudingan ini dicetuskan Anggota DPRD Medan Daniel Pinem selaku anggota pansus saat pembahasan LKPj Walikota Medan 2013 di Gedung DPRD Medan, Jalan Maulana Lubis, Medan, Selasa (6/5/2014).

Rapat pansus dipimpin Parlindungan Sipahutar dan dihadiri Anggota Pansus Irwanto Tampubolon, Aripay Tambunan, M Yusuf, Daniel Pinem dan Surianda Lubis. Sedangkan Dinas Bina Marga dihadiri Kadis Bina Marga Khairul Syahnan beserta staf.
 
Dalam rapat pembahasan tersebut, tampak Kadis Bina Marga Medan Khairul Syahnan kewalahan menerima cecaran pertanyaan para anggota dewan.

Seperti halnya, Daniel Pinem mempertanyakan kinerja Dinas Bina Marga terkait kualitas proyek yang sangat buruk. Sehingga, hampir seluruh pengerjaan cepat rusak dan akhirnya tambal sulam.
 
Seperti halnya dengan pengerjaan pembangunan parit/drainase di Jalan Seroja Raya-Jalan Flamboyan Raya hingga Simpang Komplek Perumahan IKIP di Kecamatan Medan Selayang yang dikerjakan asal jadi bahkan belum tuntas. Namun dalam buku laporan LKPj disebutkan sudah selesai.
 
“Kenapa dalam buku laporan disebut sudah selesai dikerjakan, sementara fakta di lapangan terbukti masih terbengkalai dan kualitasnya sangat buruk. Kita sangat menyesalkan kejadian ini dan itu merupakan pembohongan publik,” cetus Politisi PDIP ini.
 
Kritikan lain disampaikan Surianda Lubis terkait realisasi program Dinas Bina Marga Medan untuk penanggulangan banjir. Menurut Surianda, Dinas Bina Marga tidak mampu mengatasi banjir di Medan, bahkan tidak ada upaya kerjasama dengan Pemerintah Sumut maupun pusat bahkan terhadap pemerintah daerah tetangga.
 
“Otonomi daerah kan tidak mengharamkan komunikasi ke pemerintah atasan, kenapa itu tidak dilakukan. Kita tidak melihat kondisi eksisting dan apa yang menjadi program prioritas. Dinas Bina Marga harus ekstra keras melakukan terobosan penyelamatan banjir di Medan,” ujar Surianda.
 
Sementara Aripay Tambunan mempertanyakan upaya dan peran Dinas Bina Marga Kota Medan terkait pengorekan saluran limbah oleh PT Waskita Karya dan Wijaya Karya yang menjadikan beberapa ruas jalan di Medan menjadi macat.

Aripay menuntut Dinas Bina Marga dan kedua perusahaan tersebut mencari solusi dan melakukan kinerja secara bertahaap. Bahkan pengerjaan dilakukan bertahaap dan segera diaspal setelah selesai digali. Karena tidak mungkin masyarakat kota Medan melakukan class action karena terganggu menggunakan jalan.

Menanggapi berbagai tudingan tersebut, Kadis Bina Marga Khairul Syahnan kepada wartawan mengaku pembangunan drainase di Jalan Seroja Raya ada pengerjaan yang belum siap. Namun Khairul Syahnan mengatakan pihaknya sudah menyelesaikan pengerjaan tersebut.

“Sudah kita perbaiki, memang ada pengerjaan yang retak-retak,” kata Syahnan. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
Ketua KADIN Halal Bihalal dengan Ketua DPRD dan Wakil Walikota Medan
Gubernur Sumut Buka Puasa Bersama Pimpinan DPRD Sumut
Pidato Perdana pada Rapat Paripurna DPRD, Rico Waas Tekankan Medan untuk Semua
Audiensi IKLAB RAYA, Erni Ariyanti Tanggapi Pemekaran Sumatera Timur dan Sekolah Unggulan
Forkopimda Sumut Kompak hadiri Paripurna Mendengarkan Pidato Sambutan Gubernur
Ketua DPRD Sumut Ajak KoJAM Kolaborasi Pemberitaan dan Kritik Membangun
komentar
beritaTerbaru
hit tracker