Senin, 20 April 2026

Bona Pasogit Masih Tertinggal, Pomparan Simanjuntak Sipahutar Berharap Palti Simanjuntak ‘Gedor’ Anggaran Untuk Pembangunan Tapanuli

Kamis, 13 Maret 2014 14:38 WIB
Bona Pasogit Masih Tertinggal, Pomparan Simanjuntak Sipahutar Berharap Palti Simanjuntak ‘Gedor’ Anggaran Untuk Pembangunan Tapanuli
Istimewa
Acara pemberangkatan Palti Simanjuntak (kiri).
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Sipahutar, (beritasumut.com) – Pomparan Simanjuntak Dohot Boruna se Kecamatan Sipahutar, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara (Sumut) berharap banyak kepada Palti Simanjuntak bisa "menggedor" anggaran dari Pemerintah Provinsi Sumut untuk pembangunan di Tapanuli.

Pasalnya, Caleg DPRD Sumut PKB Nomor Urut 5 Dapil IX (Taput, Tapanuli Tengah, Humbang Hasundutan, Sibolga dan Samosir)  ini diyakini berani dan tegas merebut porsi yang signifikan untuk pembangunan Tapanuli. Karena  tokoh pemuda yang juga mantan aktivis mahasiswa  Tahun 1998 alumni Nomensen ini terbukti mampu mengatasi permasalahan apa saja yang terjadi di Bona Pasogit.

Keyakinan itu disampaikan Op Parlombu Simanjuntak dan Op Bohal Sohot Simanjuntak ketika melepas putra terbaik Simanjuntak, Palti Simanjuntak di Gereja HKI Kecamatan Sipahutar, Taput, baru-baru ini. Pemberangkatan itu dihadiri ratusan pomparan Simanjuntak Dohot Boruna, turut hadir tulang Sihotang, Aruan, Simangunsong dan hula-hula Sihombing. Mereka menyampaikan doa, ulos dan boras sipir ni tondi sesuai budaya Batak yang melepas keturunannya yang akan berjuang di medan laga.

Alpha Simanjuntak tokoh masyarakat Tapanuli  mengatakan, Palti sangat pantas untuk duduk di DPRD Sumut berdasarkan pengalaman yang dimilikinya, serta mampu menggiring pembangunan di Tapanuli, khususnya Taput. Karena sampai saat ini Taput masih sangat tertinggal jauh dari Kabupaten lainnya, padahal tanahnya sangat subur, hasil alamnya kaya. Masing-masing kecamatan memiliki hasil khas pertanian tersendiri, Sipahutar misalnya terkenal dengan "honas" (nenas) Sipahutar. Kekayaan hutannya terdapat kemenyan yang mampu menghidupi banyak keluarga.

Hanya saja kata Alpha, anggaran APBD Provinsi sangat sedikit turun ke Taput, terutama untuk pembangunan infrastruktur jalan provinsi sangat minim. Akibat kurang baiknya transportasi, hasil bumi Taput sulit diangkut ke kota sehingga masyarakat menjadi korban tengkulak dan toke-toke besar. Bahkan, masalah pendidikan dan kesehatan juga menjadi dilema, dan juga kurangnya tenaga dokter spesialis dan tenaga pengajar yang berkualitas.

Sedangkan, Palti Simanjuntak mengatakan, keinginannya menjadi calon legislatif bukan karena keinginan pribadi, tapi dorongan para tokoh adat di wilayah Tarutung dan sekitarnya yang  merasa sedih melihat Tapanuli dari tahun ke tahun tertinggal, tanpa ada perkembangan dan pembangunan. Dikatakan Palti yang juga pengurus FORKI ini bahwa dirinya maju tidak mencari harta untuk duduk di DPRD Sumut, tapi berjuang keras untuk menggiring anggaran yang lebih besar ke Taput serta akan "melawan" jika jatah Tapanuli masih seperti tahun anggaran sebelumnya.

"Perlu saya sampaikan Tapanuli Utara sebagai bagian sejarah masyarakat Batak atau dapat dikatakan Bona Pasogit setiap tahun tidak ada perkembangan apa pun.Saya sedih dan berduka melihat ini semuanya hampir setiap sudut desa di tanah leluhur kita tidak tersentuh pembangunan. Hampir setiap hari saya selalu mendengarkan jeritan dan tangis dari Bona Pasogit, sehingga banyak tokoh adat menyampaikan agar saya mampu memperjuangkan anggaran untuk kemajuan Bona Pasogit, sehingga akhirnya saya beranikan diri maju," ucapnya.

Dikatakan Palti juga bahwa jatah daerah Pantai Barat yang umumnya masih tertinggal harus lebih besar dari daerah lain yang sudah kaya raya. "Kawasan Panati Barat saat ini  butuh keseriusan, kemauan dan keberanian serta nyali yang besar. Saya tidak menyalahkan Anggota DPRD Sumut sekarang, mereka sudah berbuat, tapi mungkin kekompakan dan keberanian masih kurang," ucap Palti.

Menurut  Palti, Tapanuli adalah bagian dari NKRI yang memberikan warna keindahan nusantara lewat bukit barisan, hutan dan Danau Tobanya. Kekayaan alamnya yang kaya merupakan kekayaan negara Indonesia, tapi daerah itu masih tertinggal, untuk itu perlu sentuhan pembangunan yang lebih besar agar bisa memberi kontribusi yang lebih besar lagi untuk provinsi dan bangsa. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
Cuaca Buruk Terpa Sibolga, BMKG Imbau Warga Waspada
Laga PSMS vs Persiraja Dirangkai Eksebisi Hartap vs PSMS All Star
Bupati Tapanuli Tengah Tinjau Air Terjun Sihobuk di Kecamatan Sarudik
Bawaslu Lantik Panwas Pilkada Tebing Tinggi dan Tapteng Pilkada
Pemkab Tapanuli Tengah Akan Bangun Politeknik Negeri Perikanan
Poldasu Selidiki Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Kapal Ikan di Sibolga dan Tapteng
komentar
beritaTerbaru
hit tracker