Senin, 31 Agustus 2026

Gedung Baru DPRD Medan Masih Banyak Kekurangan

Jumat, 03 Januari 2014 18:26 WIB
Gedung Baru DPRD Medan Masih Banyak Kekurangan
Google
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Gedung baru DPRD Kota Medan di Jalan Maulana Lubis, Medan, yang baru selesai dibangun masih banyak ditemukan kekurangan. Air belum naik sampai ke lantai 4 sampai lantai 6. Alat pendingin ruangan yang rencananya dipasang sistem central belum terpasang. Persoalan listrik juga demikian. Sampai saat ini pihak Sekretariat DPRD Medan tidak bisa dipastikan kapan persoalan tersebut terlesaikan.

Kekurangan ini diakuai Sekretaris DPRD Medan Azwarlin Nasution. Menurutnya, sudah ada beberapa anggota dewan yang menyampaikan keluhan kepada pihaknya. Disamping beberapa persoalan yang dilihat langsung.

“Kami akui dan kami sudah catat. Selanjutnya diteruskan kepada pihak ketiga yakni, PT PP (Perumahan Pembangunan),” ungkap Azwarlin di Medan, Jumat (3/1/2014).

Azwarlin menjelaskan, masalah listrik, air, dan gedung masih tanggung jawab pihak ketiga sesuai dengan kesepakatan. Pihaknya juga akan menyampaikan kepada Dinas Perumahan dan Pemukiman selaku Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang bertanggung jawab atas rehab gedung tersebut.

“Ini bukan tanggung jawab kami. Tanggung jawab masih di pihak ketiga selaku yang mengerjakan. Termasuk masalah air, listrik, dan juga pemasangan listrik. Mana yang kurang, mana yang dirombak dan harus dilengkapi itu urusan mereka. Saya juga tidak tahu apakah sudah diserahterimakan dengan Perkim atau belum. Yang jelas sampai saat ini belum diserahkan kepada kami,” tegasnya.

Dia menjelaskan, sejauh ini kekurangan tersebut masih dinilai wajar. Apalagi perpindahan tersebut dinilai terlalu cepat. Untuk maksimal minimal perpindahan dari kantor sementara di Jalan Krakatau Ujung minimal tiga bulan lagi. Namun, ini sudah menjadi kesepakatan Januari, anggota dewan beserta staf Sekretariat DPRD Medan sudah pindah.

“Ini sudah kesepakatan bersama. Jadi, yah terima apa adanya. Namanya juga baru pindah. Masih ada yang kurang. Tidak jauh beda dengan pindah rumah. Makanya, mana yang kurang terus kami sampaikan biar dipenuhi. Jadi, kerja biar nyaman,” jelasnya.

Dia menambahkan, untuk pengadaan barang atau meubelair kemungkinan bulan depan dilakukan. Saat ini masih tahap kajian konsultan. Untuk melihat apa saja dibutuhkan, model seperti apa, dan sebagainya. Setelah ada kajian dari konsultan baru dilakukan tender. Bahan kajian itulah yang menjadi dasar dilakukan lelang. “Belum. Kajian konsultan dululah. Setelah itu, baru dilakukan lelang. Mungkin bulan depan atau akhir bulan. Meskipun demikian, proses administrasi tetap berjalan. Pelayanan tetap diberikan. Tidak boleh terhenti. Kekurangan sambil berjalan dipenuhi,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi B DPRD Medan Ainal Mardiah mengeluhkan ruangan rapat komisinya tidak terkonekting dengan ruangan staf maupun ruangan pimpinan komisi. Berbeda dengan ruangan komisi lainnya yang saling berhubungan.

“Ruangan kami terpisah. Beda dengan ruangan komisi lainnya yang saling berhubungan. Ini untuk memudahkan kerja dan mengantisipasi kejadian tidak diinginkan. Kalau semua ruangan komisi sama dengan kami, tidak ada masalah. Ini cuma kami yang berbeda. Makanya, kami minta dirombak,” ungkapnya. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
Wartawan Nyaris Jadi Korban di Gedung Baru DPRD Medan
komentar
beritaTerbaru
hit tracker