Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Deli Serdang, (beritasumut.com) – Dana Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) tampaknya menjadi bumerang. Sebab tidak sedikit warga yang tergolong miskin namun tidak kebagian dana kompensasi BBM tersebut.
Seperti dialami Dua nenek jompo warga Desa Kwala Lau Bicik, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang. Mereka menyatakan rasa kecewanya karena tak kebagian dana BLSM tersebut.
Nek Naris (83) dan Eis Kurniati (76) yang sudah lama menjanda itu menyatakan mereka tidak ada menerima Kartu Perlindungan Sosial (KPS) yang diberikan pemerintah melalui aparat desa bernama Rahmat Sembiring selaku perangkat Desa Kwala Lau Bicik.
“Kami tak kebagian dana BLSM, padahal sebelumnya kami menerima raskin dan mendapat kartu Jamkesmas. Namun sekali ini kami tidak mendapat uang dari pemerintah karena tidak punya KPS,” ujar Nek Naris diamini Nek Eis Kurniati sembari mengaku untuk nafkah mereka sehari-hari dibantu anak-anak mereka dan tinggal di Dusun Tembengen, Senin (15/7/2013).
Sementara, Rahmat Sembiring ketika ditemui di Kantor Camat Kutalimbaru menyatakan pihaknya hanya membagikan kartu KPS sesuai nama warga yang tertera di kartu tersebut. “Sebenarnya hal ini bukan wewenang saya. Tapi ketika saya ke Kantor Camat Kutalimbaru, kartu KPS dititipkan oleh Bahagia Sembiring, salah seorang staf Kantor Camat. Saat mau saya tolak, Bahagia menyuruh saya agar kepala desa membuat pernyataan tanda tidak diambil dana BLSM tersebut. Dari pada menjadi urusan lagi nanti maka saya terima saja KPS tersebut,” aku Rahmat.
Kepala Desa Kwala Lau Bicik Bina Sembiring ST didamping Kepala Desa Kutalimbaru Jeremia, Kepala Desa Sukadamai Doanta Sinulingga dan Kepala Desa Sampai Cita Irianto Sinulingga juga menyesalkan dengan pembagian BLSM. Sebab, masih banyak warga mereka penerima raskin dan memiliki kartu Jamkesmas, tapi tidak mendapat KPS.
“Malah ada warga yang tidak terdaftar sebagai keluarga miskin dan tidak mendapat kartu Jamkesmas, Raskin dan BLT, saat ini kebagian dengan dana BLSM. Bahkan warga yang tidak kebagian dana kompensasi BBM tersebut menuding kami selaku kepala desa sebagai biang keroknya. Walau sudah kami jelaskan bahwa pemerintah desa tidak dilibatkan dalam pendataan untuk BLSM ini, tapi warga tidak percaya dan menuduh kami pilih kasih,” kata Bina Sembiring.
Camat Kutalimbaru Taufik Israd Harahap saat dikonfirmasi di ruang kerjanya membenarkan masalah BLSM menjadi bumerang dimana-mana. Yang melakukan pendataan bukan pemerintah desa tapi Badan Pusat Statistik. “Jadi yang tidak kebagian KPS untuk mencairkan BLSM, kita data saja. Habis bagaimana kita buat,” ujar Taufik singkat. (BS-028)
Tags
beritaTerkait
komentar