Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Jakarta, (beritasumut.com) – Kota Medan berhasil kembali meraih Piala Adipura kategori kota metropolitan. Ini merupakan penghargaan untuk kedua kalinya yang berhasil diraih secara berturut-turut, sebab tahun lalu Ibukota Provinsi Sumatera Utara juga telah memperoleh penghargaan serupa. Hanya saja prestasi yang diperoleh tahun ini sangat membanggakan sekali. Selain meraih penilaian tertinggi dari 109 kabupaten/kota di seluruh Indonesia yang mendapatkan Piala Adipura, Kota Medan juga sukses meraih Piala Kapaltaru.
Penghargaan ini diperoleh setelah salah seorang warganya bernama Syahdan, warga Kampung Sentosa Barat, Lingkungan XX, Kelurahan Belawan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan, karena dinilai telah menunjukkan prestasi luar biasa dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Bertahun-tahun Syahdan berupaya melestarikan hutan mangrove guna menghindari kawasan tempat tinggalnya dari abrasi air laut.
Dua prestasi yang membanggakan ini bertambah sempurna lagi menyusul keberhasilan SD Pertiwi, Jalan Budi Pembangunan, Medan, meraih Penghargaan Sekolah Adiwiyata Mandiri. Dengan tiga prestasi yang sangat membanggakan ini, Medan tak ubahnya seperti sebuah tim sepakbola yang berhasil mendapatkan treeble winner. Apalagi ini kali pertama kota Medan berhasil menyandingkan Piala Adipura dengan Piala Kapaltaru dan Piala Sekolah Adiwiyata Mandiri.
Penyerahan Piala Adipura dan Piala Kapaltaru ini dilakukan langsung Presiden Susilo Bambang Yudhoyonono (SBY) di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Senin (10/6/2013) pagi. Namun berhubung banyaknya penghargaan yang langsung diberikan Presiden dan terbatasnya tempat di Istana Negara, maka penghargaan yang diberikan langsung oleh Presiden hanya bagi kabupaten/kota yang berhasil meraih Anugerah Adipura Kencana serta bagi kabupaten/kota untuk kali pertama mendapatkan Piala Adipura.
Sedangkan bagi kabupaten/kota yang sudah 2 sampai 3 kali lebih mendapatkan Piala Adipura, salah satu diantaranya adalah Kota Medan, Piala Adipura disampaikan oleh Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya di Assembly Hall Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan pada malam harinya. Untuk Kota Medan, penghargaan Adipura kategori kota metropolitan ini diterima oleh Pelaksana Tugas Walikota Medan Dzulmi Eldin.
Kepada wartawan, Eldin didampingi Kepala Badan Lingkungan Hidup Arif Trinugroho, Kadis Kebersihan Kota Medan Pardamean Siregar, Kadis Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) Syampurno Pohan dan Kabag Humasy Budi Hariono mengaku bangga atas keberhasilan Medan berhasil mendapatkan Piala Adipura kategori kota metropolitan untuk kedua kalinya berturut-turut. Apalagi nilai yang diraih sangat tinggi sehingga Kota Medan menempati peringkat pertama.
“Tahun lalu, kita menempati peringkat ketujuh. Alhamdulillah tahun ini kita berhasil menempati peringkat pertama dari 109 kabupaten/kota di seluruh Indonesia yang berhasil meraih Piala Adipura . Ditambah lagi kita berhasil menyandingkan Piala Adipura dengan Piala Kapaltaru dan Piala Sekolah Adiwiyata Mandiri. Jujur ini merupakan prestasi yang sangat membanggakan sekali,” ungkapnya.
Hanya saja, jelas Eldin, meski berhasil meraih nilai tertinggi namun Kota Medan gagal mendapatkan Piala Adipura Kencana. Namun kegagalan itu semata-mata karena Kota Medan baru dua kali mendapatkan Piala Adipura, sedangkan persyaratan untuk mendapatkan Piala Adipura Kencana harus tiga kali berturut-turut mendapatkan Piala Adipura.
“Insya Allah tahun depan kita mendapatkan Piala Adipura Kencana. Apalagi saya tadi telah bertemu dengan tokoh lingkungan nasional kita yaitu Pak Sarwono. Beliau minta kepada kita untuk lebih meningkatkan lagi materi-materi yang telah diberikan. Untuk itu saya minta dukungan penuh seluruh lapisan masyarakat, para stakeholder dan instansi terkait, teerutama pasukan melati dan bestari yang tidak pernah lelah untuk membersihkan Kota Medan dari sampah. Keberhasilan kita meraih Piala Adipura berkat sinergitas dan kebersamaan yang telah kita bangun selama ini dalam rangka membangun lingkungan dan terus menjaga kebersihan,” paparnya.
Menyikapi masalah Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang menjadi salah satu aspek penilaian dalam meraih Piala Adipura, Eldin mengaku Pemko Medan telah menyiapkan anggaran setiap tahun untuk membeli lahan di setiap kecamatan guna dijadikan RTH. Selanjutnya lahan-lahan yang telah dijadikan te RTH tersebut akan terus dipertahankan guna membangun lingkungan sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan.
Di samping itu, tambahnya lagi, Pemko Medan juga telah menerbitkan Perda No 13 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Medan Tahun 2011-2031. Dalam perda itu disebutkan bagi setiap pengembang maupun developer yang ingin membangun perumahan, maka 30 persen dari luas lahan yang dimilikinya untuk dibangun tersebut harus dijadikan sebagai RTH. Dengan demikian kedepannya, setiap perumahan yang dibangun di Kota Medan akan memiliki 30 persen untuk RTH.
Dalam kesempatan itu Eldin tak lupa mengucapkan rasa terima kasihnya yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga Kota Medan. Sebab, keberhasilan Kota Medan mendapatkan Piala Adipura ini tidak terlepas dari peran serta dan partisipasi penuh masyarakat yang telah keikhlasan menjaga kebersihan lingkungannya masing-masing. “Saya berharap partisipasi masyarakat ini bisa ditingkatkan lagi agar keinginan kita untuk mendapatkan Piala Adipura Kencana tahun depan dapat terwujud tahun depan,” harapnya.
Sebelum menuntaskan penjelasannya kepada waartawan, Eldin ingin keberhasilan Syahdan mendapatkan Piala Kapaltaru menjadi motivasi bagi warga lainnya untuk ikut melestarikan lingkungan hidup di wilayah tempat tinggal masing-masing. Begitu juga dengan keberhasilan SD Swasta Pertiwi meraih Piala Sekolah Adiwiyata Mandiri dapat mengispirasi sekolah lainnya menjadi sekolah hijau dan ramah lingkungan.
Sementara itu menurut Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Medan Arif Trinugroho, keberhasilan Syahdan mendapatkan Piala Kapaltaru berkat kegigihan dan kerja kerasnya selama bertahun-tahun berupaya melestarikan hutan mangrove. Dengan upayanya tersebut, kawasan tempat tinggalnya secara perlahan mampu mengatasi abrasi air laut. “Jadi penghargaan yang diterima Bapak Syahdan ini sebagai bentuk apresisasi Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia atas kerja kerasnya melestarikan hutan mangrove,” jelasnya.
Sedangkan mengenai Piala Sekolah Adiwiyata Mandiri yang diraih SD Pertiwi, Arif menilai tidak terlepas atas upaya yang dilakukan pihak sekolah untuk mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran setiap siswa ataupun penghuni sekolah lainnya dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Artinya, setiap siswa maupun penghuni sekolah ikut terlibat dalam kegiatan sekolah menuju lingkungan yang sehat dan menghindarkan dampak lingkungan negatif.
Sementara itu Sekda Syaiful Bahri Lubis mengatakan, sebagai bentuk ungkapan kegembiraan dan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Medan, Pemko Medan akan menggelar upacara penyambutan di VIP Bandara Polonia Medan, Selasa (11/6/2013) siang sekitar pukul 13.00 WIB, setibanya Plt Walikota Medan Dzulmi Eldin di Bandara Polonia bersama Piala Adipura dan selanjutnya akan diarak menuju Lapangan Benteng, Medan.
“Di Lapangan Benteng Kita akan mengadakan acara syukuran atas keberhasilan Kota Medan meraih Piala Adipura kategori kota metropolitan untuk kedua kalinya berturut-turut. Selain seluruh pimpinan SKPD, camat, lurah dan kepala lingkungan, acara ini juga dihadiri tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda serta petugas melati dan bestari,” jelasnya.
(BS-024)
Tags
beritaTerkait
komentar