Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Sekretaris Jenderal DPP Partai Damai Sejahtera Sahat Sinaga menyatakan keteguhan komitmennya untuk tetap mendukung Dr RE Nainggolan MM yang berpasangan dengan Drs H Amri Tambunan dalam Pilgub Sumatera Utara.
“Ini komitmen dari hati kepada seorang sahabat yang kita kasihi, yang kita yakini akan membawa manfaat dan kebaikan bagi seluruh warga Sumut. Iman itu soal keteguhan hati. Bagaimana kita bisa disebut sebagai orang beriman, jika berubah-ubah pendirian dan tidak setia kepada janji yang diucapkan,” tegasnya dalam konferensi pers di Rumah Sahabat RE, Medan, Sumatera Utara, Senin (04/03/2013).
Turut mendampingi mantan Ketua Umum GAMKI itu, mantan Walikota Pematang Siantar Drs Marim Purba dan Sekretaris Sahabat RE Sumut Ir Ronald Naibaho MSi.
Sahat menegaskan Pilgub Sumut, 7 Maret mendatang adalah momen penting yang sangat menentukan nasib Sumut minimal 5 tahun ke depan. “Karenanya, setiap tindakan dan keputusan politik yang kita ambil punya konsekuensi dan harus dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan. Ajaran Kristen mengedepankan pentingnya cinta kasih, ketulusan, dan kesetiaan. Atas dasar itu, saya menegaskan posisi tetap setia dengan sahabat kita Pak RE Nainggolan,” katanya.
Dia juga menyampaikan imbauan kepada seluruh warga Sumut untuk menolak segala bentuk politik uang. “Jangan gadaikan hak dan suara Anda hanya untuk materi. Jangan pilih calon yang menawarkan uang. Jika sudah main uang, baik kepada partai maupun rakyat, berarti dia harus mencari jalan mengembalikan uang itu ketika menjabat. Berarti jika kita menerima uangnya, kita telah merestui dia untuk korupsi ketika menjabat,” katanya.
Dalam kaitan itu, demikian dijelaskan Sahat, dirinya mendukung sepenuhnya RE Nainggolan karena sejak awal tidak pernah main uang. “Ketika PDS dari awal komitmen mendukung beliau, kita tidak menerima sepeser pun uang. Itu dukungan yang muncul dari hati dan iman, karena meyakini beliau seorang tokoh yang mencintai semua golongan masyarakat, sosok pluralis sejati, dan punya kemampuan serta pengalaman dalam pemerintahan,” katanya.
Sementara itu, Marim Purba menyebut saat ini adalah momen yang sangat tepat untuk membangun kesadaran politik masyarakat untuk melawan politik uang. “Saya bisa bersaksi bahwa Pak RE, baik ketika awalnya maju menjadi cagub, maupun setelah saat ini berpasangan dengan Amri Tambunan, tidak pernah main politik uang. Saya melihat, ada secercah harapan pada figur ini, di tengah mewabahnya politik uang dalam kehidupan demokrasi kita. Karena itu, saya berkomitmen mendukung. Inilah saatnya demokrasi kita kembali ke trek yang benar, demokrasi untuk kesejahteraan, demokrasi yang bersih dari politik uang,” tegasnya.
Marim juga mengungkapkan kekhawatiran, jika permainan kotor tidak bisa ditepis dari demokrasi kita, lambat laun akan muncul asumsi bahwa demokrasi telah gagal atau tidak cocok untuk Indonesia, sehingga muncul opini bahwa politik tangan besi seperti di masa lalulah yang tepat untuk Indonesia.
“Demokrasi kita harus diselamatkan. Kita tidak bisa tarik diri dari hirukpikuk politik karena melihat kenyataan belum sesuai harapan. Justru harus muncul kesadaran untuk membangun tradisi politik yang sehat, dengan mendukung figur-figur bersih seperti RE Nainggolan,” katanya.
Ronald Naibaho sendiri menegaskan bahwa sejak awal, Tim Sahabat RE memang bergerak atas dasar kesetiaan dan keyakinan kepada persahabatan. “Kita tidak main uang. Jika ada yang datang kepada kita karena berharap dapat uang, maka dia akan pulang dengan hati kecewa. Tetapi terbukti, sampai detik ini kita tetap setia bersama-sama, karena kita yakin, nasib Sumut ke depan terlalu berharga untuk ditukar dengan kepentingan materi jangka pendek,” katanya.
Di penutup keterangannya, Ronald mengimbau seluruh warga Sumut yang telah berhak untuk memilih, agar memberikan suaranya berdasarkan objektivitas. “Pilihlah yang diyakini punya kemampuan, pengalaman, dan perhatian paling besar bagi Sumut. Jangan terbuai oleh janji manis dari orang yang belum pernah membuktikan apapun untuk Sumut, apalagi memberi suara hanya karena disodori uang. Sumut ini milik kita bersama, dan masa depannya menjadi tanggung jawab kita bersama pula,” katanya. (BS-001)
Tags
beritaTerkait
komentar