Kamis, 02 Juli 2026

Tiga Kali Tak Apel, Walikota Medan Larang TPP Dibayar

Jumat, 01 Maret 2013 14:16 WIB
Tiga Kali Tak Apel, Walikota Medan Larang TPP Dibayar
Ist
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Guna meningkatkan disiplin pegawai di lingkungan Sekretariat Kota Medan, Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap MM mulai bersikap tegas. Bagi pegawai yang tidak mengikuti apel pagi dan sore sebanyak tiga kali, maka Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP) yang setiap bulannya diterima dilarang untuk dibayarkan.

“Mulai  Maret ini, bagi pegawai yang tidak mengikuti apel pagi maupun sore sebanyak tiga kali, maka saya minta TPP-nya untuk tidak dibayarkan. Ini  berlaku untuk seluruh pegawai di lingkungan Sekretariat Kota Medan,” tegas Walikota ketika memimpin apel pagi di Balaikota, Jalan Maulana Lubis, Medan, Sumatera Utara, Kamis (28/02/2013).

Menurut Walikota, sikap tegas ini diambil setelah melihat tingkat disiplin pegawai di lingkungan Sekretariat Kota Medan mulai menurun. Hal ini ditandai dengan terus berkurangnya jumlah pegawai yang mengikuti apel pagi dan sore. Padahal disiplin pegawai di lingkungan Sekretariat Kota Medan merupakan gambaran Pemko Medan keseluruhan.

“Yang saya lakukan ini dalam upaya peningkatan disiplin, sebab Pemko Medan telah berupaya meningkatkan kesejahteraan para Pegawai Negeri Sipil (PNS). Makanya, saya tuntut mereka untuk meningkatkan kinerja, terutama menyangkut masalah disiplin. Selain itu untuk membangkitkan  semangat dan korps kita,” katanya.

Bagi pegawai yang merasakan keberatan dengan langkah yang diambilnya ini, Walikota mempersilahkan  untuk pindah atau keluar dari Pemko Medan. Sebab, Walikota tidak membutuhkan pegawai-pegawai yang tidak disiplin. “Jika Anda keberatan, silahkan pindah, saya tidak akan menghalanginya. Sebab, banyak pegawai dari luar yang ingin pindah ke Kota Medan. Jadi saya berharap tanamkan rasa disiplin dalam diri kita masing-masing,” ungkapnya.

Selain masalah disiplin, Walikota juga mengajak seluruh pegawai untuk  ikut mesosialisasikan program-program pembangunan kepada masyarakat. Dengan sosialisasi yang dilakukan, diharapkannya akan tumbuh rasa memiliki akan kota ini. Kemudian, rasa tanggun jawab dan ikut berperan dalam mendukung pembangunan di Kota Medan.

Kepada para pejabatnya baik di lingkungan Sekretariat Kota Medan maupun masing-masing Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD), Walikota berpesan untuk terus membina dan mengayomi  bawahannya. Artinya, para pejabat yang bersangkutan harus menjadi contoh yang baik kepada bawahannya masing-masing.

Mengingat Pilgub Sumut 2013 tinggal seminggu lagi, Walikota berpesan kepada seluruh pegawai untuk menjaga keamanan dan kekondusifan Kota Medan, serta ikut mendorong masyarakat menggunakan hak pilihnya dengan baik pada 7 Maret mendatang, termasuk para pegawai sendiri. “Gunakanlah hak pilih sesuai dengan hati nurani masing-masing,” imbaunya.

Selanjutnya Walikota menjelaskan, tim pantau dua Piala Adipura akan turun untuk melakukan penilaian. Karenanya, dia kembali meminta kepada seluruh pegawai untuk mendorong masyarakat dalam menjaga kebersihan dan keindahan linbgkungan masing-masing. Sebab, masalah kebersihan bukan semata tanggung jawab pemerintah tetapi seluruh lapisan masyarakat.

“Tumbuhkan peran serta  dan kesadaran masyarakat betapa pentingnya kebersihan. Pasalnya, masalah kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah baik itu camat maupun lurah melainkan tanggung jawab kita semua. Apalagi hasil penilaian yang dilakukan kali ini sangat menentukan apakah Kota Medan mendapatkan Piala Adipura Kecana atau hanya sekedar Piala Adipura saja,” jelasnya.

Setelah Walikota bersikap tegas terkait masalah disipin pada apel pagi, ternyata membuat para pegawai keder. Terbukti ketika apel sore yang dipimpin Sekda Ir Syaiful Bahri, jumlah pegawai yang ikut apel cukup banyak dibandingkan apel sore sebelum-belumnya. Dalam arahan singkatnya, Sekda mengingatkan kepada seluruh pegawai agar tidak merasa terpaksa maupun terbebani dengan apel. Sebab, apel merupakan kewajiban bagi seluruh pegawai. Apalagi Pemko Medan telah menyediakan TTP yang tidak dimiliki oleh pemerintahan kabupaten maupun kota lainnya di Sumatera Utara. (BS-024)

Tags
beritaTerkait
Wika, Korban Trafficking Dipulangkan dari Kuala Lumpur
Tersangka Bersama Ramadhan Pohan, Savita Juga Tidak Ditahan
Terkait Pilkada Medan, Ramadhan Pohan Ditangkap Polda Sumut
Wakil Walikota Medan Apresiasi Dhamma Talk Bukan Siapa Siapa
Audiensi dengan Walikota Medan, APSINDO Sampaikan Bidik Limbah Plastik dari TPA
Walikota Medan Lantik Dewan Kesenian Medan Periode 2016-2020
komentar
beritaTerbaru
hit tracker