Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Rencana pemerintah merevitalisasi pasar tradisional Kampung Lalang Medan masih saja terkendala. Pasalnya pembangunan kios sementara untuk pedagang yang dibangun di jalan sepanjang Jalan Kelambir V Medan ini banyak yang ambruk dan bahkan beberapa bahannya dicuri.
"Ada sebagian yang memang dicuri. Sengnya juga rusak karena ada truk lewat di Jalan Kelambir V itu. Belum lagi pedagang yang belum mau pindah kalau permintaannya belum dipenuhi. Tapi ini akan dipasang kembali oleh kontraktornya karena masih dalam pekerjaan pemeliharaan sampai Desember nanti," ujar Kabid Pembinaan dan Pengembangan Perumahaan Dinas Perumahaan dan Pemukiman Kota Medan Bukhari saat dihubungi wartawan, Rabu (27/02/2013).
Diketahui, kios-kios sementara itu telah dibangun akhir Tahun 2012 dengan ukuran sekitar 2x2 meter di tengah jalan disepanjang Jalan Kelambir V hingga simpang Gaperta Ujung yang dimenangkan tender oleh CV Karya Cipta Perkasa dengan nilai pagu Rp1,3 miliar. Kios sementara sebanyak 740 lapak ini diperuntukkan bagi pedagang selama nanti pembangunan revitalisasi dimulai, yang dananya berasal dari Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Kementerian Keuangan sebesar Rp74 miliar untuk tiga pasar yakni Pasar Belawan, Marelan dan Pasar Kampung Lalang.
Berdasarkan pantauan wartawan, kios yang dibangun badan jalan ini dengan memanjang hanya terbuat dari kayu dan seng sebagai dindingnya ini telah banyak yang hancur dan raib. Sementara pasar Kampung Lalang belum dilakukan pembangunan baru dengan pedagang yang masih bertahan dengan kondisi becek dan bau.
Menurut Bukhari, sebelum dilakukan revitalisasi pasar, pedagang yang ada sebelumnya dipindahkan ke kios sementara tersebut. Namun hal ini belum dilakukan karena pedagang meminta kios sementara dibangun dengan lantai semen. Padahal dalam tender yang diproyekkan tidak dimasukkan sehingga harus dilakukan tender kembali.
"Kemungkinan Maret ini kita tenderkan lagi sehingga Juni sudah dilakukan pembangunan kembali yang sudah rusak atau ambruk itu. Tapi berapa dananya masih kita hitung. Nantinya yang ditender hanya bahan-bahannya saja, sedangkan upah kita upayakan dari dana swakelola," ungkapnya.
Kalau berdasarkan rencana, lanjut Bukhari, pembangunan revitalisasi ketiga pasar yang masuk dalam PIP ini sudah selesai hingga akhir Tahun 2013. Namun karena dana belum diturunkan dari pusat, maka hal itu belum dapat ditenderkan.
"Belum tahu kapan ini dimulai, karena dana dari pusat. Kita tunggu saja, yang pasti terlebih dahulu kita selesaikan kios sementara yang memang juga belum dibayarkan kepada kontraktor," katanya.
Untuk pembangunan kios sementara ini, tidak hanya ada di Pasar Kampung Lalang namun juga Pasar Belawan. Keduanya melalui proses lelang dengan masing-masing dana untuk Pasar Belawan senilai Rp900 juta sebanyak 470 kios dan Kampung Lalang senilai Rp1,3 miliar untuk 740 kios. Sedangkan Pasar Marelan 500 kios tidak ada pembangunan sementara karena lahan kosong," ungkapnya.
Walikota Medan Rahudman Harahap mengatakan, kerusakan kios sementara di Kampung Lalang itu harus segera dibangun kembali oleh kontraktornya. Dan ini sudah dirapatkan pada pihak terkait agar segera dilaksanakan dan pembangunan revitalisasi dapat segera direalisasikan.
"Kita minta dibangun kembali dan diperbaiki. Kita juga berharap revitalisasi ini dapat segera terlaksana sesuai yang diminta pedagang. Jadi tidak ada alasan nantinya pedagang enggan pindah ke kios sementara," pungkasnya. (BS-024)
Tags
beritaTerkait
komentar