Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Taput, (beritasumut.com) – Masyarakat Desa Dano Julu, Kecamatan Parmonangan, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara meminta pemerintah segera membangun jembatan Aek (Sungai) Sigala-gala yang menghubungkan Desa Dano Julu dan Desa Sihaporas, Kecamatan Parmonangan. Pembangunan jembatan permanen sangat mendesak agar akses ke Desa Dano Julu menjadi lebih mudah.
Hal ini disampaikan Horas Simamora dengan gelar Raja Dano di Desa Dano Julu, Jumat (22/02/2013). Dijelaskan, untuk melintasi Aek Sigala-gala, saat ini masyarakat harus melintasi jembatan darurat yang terbuat dari kayu. Jembatan tersebut dibangun masyarakat secara swadaya. Namanya saja jembatan darurat, yang bisa melintas hanya pejalan kaki dan sepeda motor. Sementara mobil tidak bisa masuk ke Dano Julu.
Akibat tidak adanya jembatan permanen, harga hasil pertanian maupun perkebunan warga menjadi jatuh karena tingginya biaya transportasi yang dikeluarkan untuk biaya angkut. Padahal hasil alam yang dihasilkan dari Dano Julu cukup banyak antara lain padi, karet, kopi, kopi coklat serta buah-buahan lainnya.
Karena Desa Dano Julu masih masuk dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, pemerintah diminta segera membangun Jembatan Sigala-gala. Apalagi Bupati Tapanuli Utara Torang Lumbantobing sudah pernah berkunjung ke Desa Dano Julu sehingga tahu betul kondisi desa ini. Saat ini di Kecamatan Parmonangan, cuma Desa Dano Julu yang tidak bisa dilintasi mobil.
“Ini tentunya sangat memprihatinkan. Oleh karena itu kita minta pemerintah segera membangun Jembatan Sigala-gala agar masyarakat tidak beranggapan bahwa mereka tidak dipedulikan pemerintah,” tandasnya.
(BS-001)
Tags
beritaTerkait
komentar