Sabtu, 31 Oktober 2026

Liga Pelajar U-14 Untuk Perbaikan Tata Kelola Sepak Bola

Jumat, 30 Oktober 2015 00:00 WIB
Liga Pelajar U-14 Untuk Perbaikan Tata Kelola Sepak Bola
Istimewa
Ricky Yakobi.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Liga Sepak Bola Pelajar Usia 14 memperebutkan Piala Menpora merupakan bagian dari kepedulian Menpora Imam Nahrawi untuk perbaikan masalah tata kelola sepakbola di Indonesia. Tahun ini turnamen diikuti 28 provinsi di Indonesia dan masing-masing juara tiap provinsi nantinya akan mengikuti seri nasional di Jakarta.

"Perbaikan tata kelola sepakbola di Indonesia harus kita mulai sejak Usia muda. Makanya saat ini menpora memulainya dengan menggelar kompetisi berdasarkan kelompok umur," jelas Anggota Tim Transisi Kemenpora RI Ricky Yakobi, usai membuka even di lapangan Helvetia Marelan, Medan, Kamis (29/10/2015). 

Sejumlah 80 persen provinsi sudah menggelar kejuaraan usia dini tersebut. Rencananya tahun depan akan digelar kembali setelah final di seri nasional.

Khusus penyelenggaraan di Sumut, ia menilai antusias peserta sangat besar, apalagi diikuti oleh sejumlah daerah kabupaten/kota. Hanya saja, sedikit terjadi kendala seperti lokasi pertandingan yang batal digelar di lapangan sepak bola Dispora Sumut.

"Informasi terakhir dari EO, liga ini akan diselenggarakan di lapangan Dispora. Namun karena masih dalam tahap renovasi, makanya dipindah ke lapangan Karisma ini. Ya sebenarnya kalau dilihat secara umum masih lebih baik daripada penyelenggaraan di daerah lain," jelasnya.

Pria kelahiran Medan ini tidak menampik, Sumut khususnya Kota Medan tidak kehabisan pemain hebat dan selalu menyumbangkan pemain nasional. Diakuinya bibit-bibit pemain andal di Sumut sudah mulai tampak pada kejuaraan ini.

"Sebenarnya mereka sudah lumayan ya. Namun tidak hanya ini saja, yang ingin kita lihat hasilnya. Kami juga berharap turnamen ini menjadi rangsangan dan motivasi bagi Askot Kabupaten/Kota dan Provinsi yang nantinya mereka mau peduli terhadap pembinaan pemain usia dini dengan menggelar kompetisi sepakbola secara rutin," harap mantan pemain nasional era 80 an ini.

Apalagi diakuinya sekolah sepak bola di Indonesia sudah menjamur sekarang ini. Hanya saja di sejumlah daerah, Askab/Askot PSSI belum ada yang membuat program tetap mengenai kompetisi sesuai kelompok umur. Bahkan ia menilai, PSSI kesannya tidak peduli terhadap jenjang karir pembinaan pemain sejak usia dini.

"Harusnya ada program dari Askab/Askot PSSI tentang kompetisi sepak bola usia dini setiap tahun. Karena pemain itu lahir dan besar dari kompetisi dan pembinaan usia muda agar pergantian regenerasi pemain tetap ada. Selain itu digelar kompetisi kelompok umur mulai U 14 ,U 15, hingga usia dewasa. Selain rutin menggelar even, pembinaan rutin juga sangat penting," bebernya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Sumitro menjelaskan turnamen ini diikuti 28 tim dari delapan kabupaten/Kota di Sumut. 28 tim tergabung dalam 9 grup dan diambil 2 terbaik dari masing-masing grup untuk melangkah ke babak selanjutnya. Terkait turnamen yang gagal digelar di lapangan Dispora dan Teladan, diakuinya karena masih dalam tahap renovasi, sehingga harus dialihkan ke lapangan Karisma.

"Rencana kegiatan ini memang digelar di lapangan Dispora dan Teladan. Namun karena di sana masih dalam tahap renovasi makanya kita gelar di tiga lapangan, yakni SSB Karisma, Semayang dan Tanjung Morawa," jelasnya. (BS-030)

Tags
beritaTerkait
SMP 1, Mayang, Tasbi dan Bulu Cina ke Semifinal Liga Pelajar U-14
SMP 1, Karisma, Tasbi, Bulu Cina dan PTP I ke 8 Besar Liga Pelajar U-14
Dispora Sumut dan Sinar Sakti Raih Dua Kemenangan di Liga Pelajar U-14
komentar
beritaTerbaru
hit tracker