Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Plt Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Tengku Erry Nuradi mengidamkan prestasi olahraga Sumut bisa kembali ke era kejayaannya. Namun harapan itu sulit terwujud karena daerah ini telah tertinggal terutama dalam hal sarana olahraga dan prestasi.
Berbicara saat upacara peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) di Halaman Kantor Gubernur, Jalan Diponegoro, Medan, Senin (19/10/2915) pagi, Tengku Ery yang sangat antusias bicara olahraga mengaku cukup terpukul dengan kemajuan provinsi lainnya di Sumatera, terutama Sumut.
"Saya baru pulang dari Palembang dan bertemu dengan Gubernur Sumsel. Beliau sangat bangga sekali dengan Stadion Jakabaring-nya yang katanya terbaik se-Indonesia," ungkap Tengku Ery.
Soal jumlah penduduk, tuturnya, Sumut mencapai 14 juta jiwa yang mungkin setengahnya dari Sumsel begitu juga dengan anggarannya. Tapi soal sarana olahraga, daerah ini jauh tertinggal. Sumsel sudah menjadi tuan rumah PON 2004 dan tuan tumah SEA Games serta akan jadi tuan rumah Asian Games dan berbagai turnamen internasional.
"Di bidang olahraga kita tertinggal jauh, 2004 mereka tuan tumah PON. Sementara kita sudah sangat lama, yakni 1953. Jadi kalau dihitung sejak PON 2004, maka Sumut sudah tertinggal 11 tahun. Kalau kita nanti tuan tumah 2024 maka ketinggalannya sudah 20 tahun," papar Tengku Ery yang merasa miris dengan realitas bahwa satu-satunya stadion kebanggaan Sumut yakni Stadion Teladan, dibangun sejak Tahun 1953 dan kini kondisinya sudah tidak representatif.
Untuk itu, pada 2016, pihaknya berencana mencanangkan kawasan Kantor Gubernur lama di Jalan Pancing, menjadi pusat olahraga (sport centre) yang terintegrasi.
"Di kawasan itu sekarang sudah ada beberapa sarana olahraga dari mulai stadion sepakbola mini, GOR Futsal, Gedung Serbaguna dan akan segera dibangun Gedung Bowling. Dengan luas lahan 25 hektar, mudah-mudahan bisa kita bangun sarana yang lain sehingga menjadi sport center," jelasnya.
Satu hal yang patut dicontoh, beberapa venue yang dibangun di Sumsel, bukan sepenuhnya dari dana APBD. Sebagian merupakan venue yang didirikan perusahaan-perusahaan maupun BUMN. Hal ini sebenarnya bisa diterapkan di Sumut mengingat banyaknya perusahaan yang sebenarnya mampu membangun venue yang representatif. Hanya saja, pemerintah harus menyiapkan lahannya.
"Kami akan undang para stake holder, BUMN/BUMD serta perusahaan besar di Sumut untuk membahas proyek ini. Kita tidak akan ambil uang mereka secara langsung tapi akan menyiapkan lahan agar bisa dibangun sarana olahraga," jelas Tengku Erry yang akrab dengan slogan Sumut Paten itu.
"Kita semua harus bersatu padu, tidak hanya mengandalkan pemerintah daerah saja," tegasnya. (BS-030)
Tags
beritaTerkait
komentar