Selasa, 25 Agustus 2026

Kisruh Soal Tim Sembilan, Jokowi Diminta Copot Nahrawi

Kamis, 08 Januari 2015 10:10 WIB
Kisruh Soal Tim Sembilan, Jokowi Diminta Copot Nahrawi
Iwan H Daulay. (Ist)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com – Tim Sembilan yang dibentuk oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk  mengevaluasi perkembangan sepak bola Indonesia ternyata tak hanya membuat gerah pengurus Asosiasi Provinsi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia.

Tapi, juga membuat elemen sepak bola di Sumatera Utara (Sumut) angkat bicara. Seperti disampaikan Ketua Pengcab PSSI Madina Iwan H Daulay. Dia bukan hanya tak setuju dengan keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga yang membentuk Tim Sembilan. Pria yang juga sebagai anggota Komite Hukum PSSI Pusat meminta Presiden RI Jokowi memecat Imam Nahrawi dari jabatan Menpora, karena dianggap gagal memberikan pembinaan terhadap cabang olahraga di Indonesia.

"Alih-alih melakukan terobosan seperti dilakukan Menteri Negara lainnya, Menpora Imam Nahrawi malah memunculkan kekisruhan baru di tubuh PSSI dengan membentuk tim 9 sebagai pengawal reformasi sepak bola Indonesia lantaran minimnya prestasi PSSI di pentas internasional," kata Iwan H Daulay di Medan, Kamis (8/1/2015).

Langkah kontraproduktif ini lanjut Iwan tidak semestinya terjadi. Apalagi, PSSI Pusat saat ini terus atau sedang berbenah setelah di dera konflik internal. Nah, jika Menpora menginginkan PSSI berprestasi, sebaiknya diajak bicara dengan ikhlas, tanpa ada tenderes politik, karena PSSI adalah organisasi independen yang bebas dari kepentingan politik.

"Jika Imam Nahrawi ingin merubah kepengurusan, sebaiknya mengikuti aturan main PSSI yang akan menggelar Kongres di Surabaya, 18 April mendatang. Bukan, mengeluarkan beberapa pernyataan dan melakukan tindakan yang berujung meresahkan anggota PSSI," katanya.

Pembentukan Tim 9 sendiri dilatarbelakangi oleh kegelisahan Kemenpora atas insiden sepak bola gajah yang terjadi dalam kompetisi Divisi Utama Liga Super Indonesia. Tak hanya itu, para penggemar dan pemerhati sepak bola pun mendesak pemerintah terlibat dalam pembenahan cabang olahraga yang paling digemari di Indonesia ini. Bahkan mereka sempat membuat petisi yang menuntut pembekuan PSSI.

Tim sembilan itu, terdiri atas Imam Prasodjo (Sosiolog UI), Budiarto Shambazy (Wartawan senior), Ricky Yakobi (Pengamat, mantan pemain nasional), Gatot S Dewa Broto (Deputi V Kemenpora), Nur Hasan (Akademisi), Djoko Susilo (mantan Dubes RI untuk Swiss), Yunus Husein (Ahli Perbankan, mantan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan/PPATK), Eko Ciptadi (mantan Deputi Pencegahan Komite Pemberantasan Korupsi), Oegroseno (mantan Wakapolri).

IWan H Daulay juga Sekretaris Umum PS Medan Jaya menilai pembentukan tim 9 ini merupakan langkah mundur bagi sepak bola Indonesia.

"PSSI punya statuta, jika ingin melakukan pengawasan harus menghormati statuta PSSI. Saya yakin PSSI tak akan keberatan karena pengawasan itu memang diperlukan untuk akuntabilitas publik," ujarnya.

Untuk itu, dia menyarankan Kemenpora mengandeng Komite Olahraga Nasional Indonesia dan Komite Olimpiade Indonesia jika menemukan persoalan di tubuh PSSI.

"Lebih baik Kemenpora fokus memperbaiki dan menambah infrastuktur olahraga di daerah daripada mencampuri urusan PSSI," katanya.

Semestinya, Menpora lebih memfokuskan diri pada pembinaan sepak bola di kabupaten/kota. Apalagi, sekarang ini masih banyak daerah yang belum memiliki stadion standar nasional maupun internasional. Begitu juga dengan pelatih, pemain dan wasit.

"Menpora seharusnya mendorong pemerintah daerah untuk fokus membina olahraga dengan menggunakan dana APBD maupun APBN. Kami ingin PSSI tidak dicampuri pihak luar. Anggotalah yang menurunkan pengurus. Asprov sudah lama berjuang. Hampir dua tahun menghadapi kendala, mengeluarkan energi. Kami harap Menpora dicopot karena kami menentang," tegasnya. (BS-030)

Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru
hit tracker