Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com)
Untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru 2013, Kepolisian Daerah Sumatera Utara menggelar Operasi Lilin Toba 2012. Pelaksanaan Operasi Lilin Toba 2012 dimulai 21 Desember 2012 hingga 1 Januari 2013.
Demikian dikatakan Kepala Bidang Humas Polda Sumut Kombes Raden Heru Prakoso di Medan, Selasa (18/12/2012).
Baca Juga:
Menurut Heru, perayaan Natal dan Tahun Baru 2013 kali ini bisa dipastikan aman. Pasalnya, tidak ada ancaman serangan atau kegiatan teroris yang akan mengganggu kegiatan ibadah pada malam Natal dan Tahun Baru 2013 nanti.
"Hasil paparan Direktorat Intelkam Polda Sumut menyebutkan, tidak ada ancaman bahaya teroris di wilayah Sumut, namun begitupun kita tetap waspada dan akan melakukan pengamanan untuk mengantisipasinya," ujar Heru.
Baca Juga:
Operasi Lilin Toba 2012 digelar dengan melibatkan personil baik dari Satuan Tugas Polda Sumut maupun Satgaswil sebanyak 1.590 personil. Kemudian jumlah tersebut juga akan dibantu oleh TNI, Dinas Pemadam Kebakaran, Pekerjaan Umum, Satpol PP, Pramuka, Dishub, Dinas Kesehatan yang keseluruhanya berjumlah 1.757 orang.
"Jumlah personil ini akan melaksanakan tugasnya di 119 Pos, yang terdiri atas 106 pos pengamanan dan 13 pos pelayanan," ungkap Heru.
Disebutkan, pos pengamanan tersebut akan berada di tempat-tempat yang rawan dengan tindakan kriminaitas maupun kecelakaan lalulintas (Lakalantas).
"Pos pelayanan ini ada di 13 titik di 12 wilayah kabupaten yang akan terus siaga selama 24 jam. Lokasi tersebut adalah Kabupaten Langkat, Binjai 1, Sibolga 1, Padang Sidempuan 1, Tebing Tinggi 1, Asahan 1, Labuhan Batu 1, Nias 1, Pakpak Barat 1, Taput 2, Tobasa 1 dan Dairi 1 titik," terang Heru.
Selain itu, untuk mengamankan pengunjung gereja di saat akan berlangsungnya ibadah Natal dan Tahun Baru, petugas akan berkoordinasi dengan pemuda gereja ataupun panitia gereja untuk bersama-sama menjaga dan memelihara keamanan.
"Untuk mempermudah pemeriksaan disaat berlangsungnya ibadah, saya mengimbau para jemaat gereja tidak membawa tas atau benda-benda lain, cukup bawa Alkitab, sehingga sewaktu dilakukan pemeriksaan tidak memakan waktu," imbuhnya.
Sementara itu, daerah yang paling rawan dengan kecelakaan dan kemacetan ada 20 titik lokasi. Daerah tersebut adalah, Medan, Sergai, Labuhan Batu, Tanah Karo, Deli Serdang, Asahan dan Langkat.
Selain itu, tambah Heru, diminta kepada Dinas Perhubungan dan Angkasa Pura, agar tidak menaikkan ongkos transportasi, apakah itu pesawat dan juga bus, serta menertibkan keberadaan calo yang akan merugikan para penumpang. (BS-035)
beritaTerkait
komentar