Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com)
Tim Terpadu Pemerintah Kota Medan berhasil menjaring sebanyak 77 pelajar di Kota Medan, dalam operasi kasih sayang di tiga lokasi yang berbeda, Selasa (11/12/2012) siang. Hasilnya, tim gabungan dari Dinas Pendidikan, Sat Binmas Polresta Medan mengamankan sebanyak 46 pelajar dari Thamrin Plaza, 12 pelajar dari Plaza Carefour dan 19 pelajar dari Suzuya dan Irian di kawasan Medan Marelan.
Keseluruhan pelajar dari berbagai tingkatan berbeda seperti SD, SMP dan SMA itu. Langsung diboyong ke Kantor Satpol PP Medan, Jalan Adinegoro, Medan, untuk diberikan pengarahan agar tidak mengulanginya.
Baca Juga:
Kasat Pol PP Pemko Medan M Sofyan yang langsung memimpin razia mengatakan, dalam penertiban tersebut pihaknya terbagi kedalam tiga tim yang bertujuan untuk mengantisipasi beberapa kejadian di luar Kota Medan.
"Dengan banyak kejadian di luar daerah Kota Medan seperti tawuran pelajar dan aksi geng motor. Kita berupaya mengantisipasinya dengan melakukan razia kasih sayang terhadap pelajar di Kota Medan," kata Sofyan.
Baca Juga:
Menurutnya, razia ini merupakan kewajiban Pemko Medan, apalagi peristiwa tawuran yang nyaris terjadi di Kota Medan seperti SMAN 2 dengan SMAN 13 harus terus diantisipasi.
Sementara Kasat Binmas Polresta Medan Kompol A Hutahuruk mengatakan, pihaknya akan memberikan proses pembinaan untuk tingkat SMA di Kota Medan.
"Kegiatan ini (Razia Kasih Sayang) akan berlanjut terus, agar pelajar mengetahui pada saat jam belajar tidak diperbolehkan masuk ke tempat yang tidak dizinkan, apalagi memakai seragam sekolah," ungkapnya.
Sedangkan Kadis Pendidikan Medan Rajab Lubis mengatakan, terkait pelajar yang terjaring, pihak sekolah mempunyai tanggungjawab dengan terus memberikan kontrol terhadap pelajar di Medan agar menjadi yang terbaik.
"Mereka bukan anak nakal, hanya saja pulang sekolah tidak langsung pulang. Jadi karena selip saja, terjaringlah dalam razia kasih sayang. Seluruhnya beralasan sedang makan siang dan menunggu jemputan orang tua," tuturnya.
Dijelaskannya, penertiban dilakukan untuk mengatisipasi kejadian geng motor di luar daerah. Sedangkan untuk pelajar yang terjaring, pihaknya tidak ada memberikan hukuman.
"Seluruh pelajar yang terjaring, hanya kita berikan peringatan agar jangan mengulangnya kembali," cetusnya.
Salah seorang pelajar yang terjaring, Nurul Fatiha pelajar SMAN 16, mengaku kalau dirinya bersama ketiga temannya ingin melakukan latihan tari di Plaza Irian.
"Kami diketahui pihak sekolah. Kami mewakili sekolah ikut pertandingan tari. Jadi, kami latihan di Plaza Irian, apalagi kelengkapan dan lokasi perlombaan difasilitasi sekolah," ungkapnya. (BS-024)
beritaTerkait
komentar