Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
STM Hilir, (beritasumut.com)
Perbuatan Rahmat (45) warga Dusun Tungkusan, Desa Tadukanraga, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang, “menggenjot†anak tirinya, Bunga (16), bukan nama sebenarnya, selama 3 tahun persisnya sejak Bunga duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama.
Kelakuan sang ayah tiri yang merupakan karyawan PTPN II Kebun Limau Mungkur itu terbongkar saat ratusan warga menggerebek rumah Rahmat, Ahad (09/12/2012) sore.
Baca Juga:
Peristiwa memalukan itu berawal tiga tahun silam. Rahmat yang sudah dianggap sebagai ayah kandung mengajak Bunga ke ladang yang tidak jauh dari kampung. Sesampai di ladang, Rahmat menyuruh Bunga duduk di gubuk. Tak lama berselang, Rahmat yang berbadan tegap itu langsung memperkosa Bunga dengan alasan tidak tahan melihat kemulusan paha Bunga.
Semula, Bunga berusaha mempertahankan kehormatannya. Namun cengkraman pria berbadan kekar itu sungguh begitu kuat. Perlawanan Bunga akhirnya sia-sia. Korban kalah kuat dengan bapak tirinya yang memiliki badan kekar itu.
Baca Juga:
Di bawah ancaman bapak tiri, korban yang sudah tidak bertenaga lagi untuk melakukan perlawanan, akhirnya hanya bisa pasrah. Kehormatan wanita berambut sebahu ini dijebol bapak tirinya sendiri. Usai kejadian, Bunga lantas menutup mulut rapat-rapat karena Rahmat mengancam akan membunuh dan menceraikan ibunya kalau sampai kejadian itu diceritakan Bunga.
Terang saja aksi bungkam korban membuat Rahmat merasa “di atas angin†dan kemudian “menggarap†Bunga setiap ada kesempatan. Rahmat selalu menjadikan Bunga sebagai penyaluran arus bawahnya.
Kelakukan biadab ayah bejat ini mulai terkuak ketika ibu kandung korban pamit kepada suaminya pergi ke ladang. Di tengah perjalanan, entah bisikan apa yang didengar, tiba-tiba ibu kandung korban mengurungkan niatnya pergi ke ladang dan kembali ke rumah.
Setibanya di rumah, ibu korban menyaksikan suaminya yang selama ini dibanggakannya meniduri anak bungsunya di kamar tidur mereka. Tidak tahan melihat adegan itu, ibu korban langsung menjerit hingga mengundang perhatian warga kampung.
Dianggap merusak citra kampung, entah siapa yang mengkomandoi, akhirnya warga menyeret Rahmat keluar dari rumahnya dan menghajarnya hingga babak belur. Nyawa Rahmat dapat diselamatkan dari amukan warga setelah sejumlah anggota Polsek Talun Kenas melintas saat melakukan patroli.
Saat itu juga, tersangka langsung diserahkan ke polisi dan saat ini sudah dijebloskan ke sel, kata Kanit Reskrim Polsek Talun Kenas Aiptu A Gultom saat dikonfirmasi, Senin (10/12/2012). (BS-028)
beritaTerkait
komentar