Jumat, 12 Juni 2026

Pria Berkelewang Kuasai Lahan Eks PTPN II Batang Kuis

Selasa, 00 0000 00:00 WIB
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

B Kuis, (beritasumut.com)

Pasca aksi pembabatan ribuan batang tanaman pohon mahoni, mindi dan jambon berusia satu tahun yang ditanam petani di lahan seluas empat hektare, hingga kini petani Desa Sena, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, dicekam rasa was-was.

Pasalnya puluhan pria bersenjata golok dan panah beracun kini terlihat mondar-mandir di sekitar areal itu. Demikian diungkapkan Jumiran alias Mbah Kerut (58) warga Desa Sena di lokasi, Rabu (28/11/2012).

Baca Juga:

Peristiwa berawal, sekelompok pria bersenjata kelewang mendatangi lokasi lahan petani yang selama ini dikuasai petani. Para pria itu meminta petani hengkang dari lokasi eks PTPN II Kebun Batang Kuis itu.

Mendengar ucapan itu, Tukimin (67), Sulaiman (51), Suhardi (50) kemudian berkumpul di pondok mereka. Para petani yang sebagian besar sudah berusia lanjut itu, tetap bertahan di lokasi.

Baca Juga:

Namun secara tiba-tiba puluhan pria langsung menyerang secara membabi buta. Tidak mau mati konyol para petani mengadakan perlawanan. Bentrokan pun terjadi.

Anehnya, meski yang diserang adalah para petani, petugas kepolisian yang datang ke lokasi kejadian terkesan pilih kasih.

Merasa di atas angin, puluhan massa OKP tersebut semakin beringas. Mereka langsung membabati ratusan batang pohon hingga rata dengan tanah.

“Aku kesal nengok polisi. Bagaimana tidak, begitu mereka datang, massa OKP juga datang dan kembali menyerang kami,” ucap Mbah Kerut diamini rekan-rekannya.

Mbah Kerut berharap kepolisian bertindak arif dan bijaksana menangani permasalahan ini. Sebab aksi ini sudah untuk yang ketiga kalinya dilakukan massa OKP itu.

Apalagi sebelumnya telah ada perjanjian tertulis di atas kertas bermaterai disaksikan Kapolres Deli Serdang. Dalam perjanjian tertulis, siapa yang menyerang duluan akan ditangkap dan diproses secara hukum hingga ke pengadilan. Kalau bersalah langsung dipenjarakan, tegas Mbah Kerut.

“Mohon polisi bertindak arif dan profesional dalam menangani masalah ini,” harap Mbah Kerut.

Mbah Kerut juga menyesalkan tingkah para pelaku. Kenapa mereka beraninya membabati ribuan pohon tanaman yang berusia satu tahun itu. Padahal tanaman tanaman itu tidak tau masalah, katanya sambil mengisap rokok Gudang Garam Merah.

“Aku telah ungsikan keluargaku ke rumah famili di Percut karena mereka sangat takut dan trauma melihat peristiwa perkelahian itu,” pungkasnya. (BS-028)

beritaTerkait
Gandeng Aparat Penegak Hukum, Pemprov Sumut Perkuat Pengawasan dan Penertiban Tambang Ilegal
Di Konferensi Perburuhan Internasional, Menaker Yassierli Paparkan Program Presiden Prabowo untuk Siapkan Tenaga Kerja Masa Depan
Diduga Jadi Markas Judi dan Penyalahgunaan Narkoba, Warga Desak Aparat Tindak Lokasi di Jalan Fachrudin Lubukpakam
Judi Tembak Ikan AB Eksis di Wilkum Polsek Hamparan Perak
Warga Desak Tindakan Tegas untuk Krypton KTV, Aparat Hukum Siapkan Pengawasan Ketat
Menaker: Tata Kelola yang Kuat Hadirkan Layanan Ketenagakerjaan yang Lebih Baik
komentar
beritaTerbaru
hit tracker