Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Pengakuan bocah perempuan NA (8) warga Jalan Benteng, Medan Helvetia, Medan, Sumatera Utara (Sumut), yang mengaku dianiaya ibu tiri dan ayah kandung, dibantah kedua orang tuanya.
Kedua orang tua NA mengaku bahwa pengakuan anaknya kepada warga dan Polsek Medan Helvetia adalah bohong.
"Tidak benar kami menganiaya NA. Kami tidak habis pikir dengan tingkah anak yang super aktif itu. Sudah lama kami stres dibuatnya," jelas ayah NA, Ridwan Ismadi, Rabu (13/5/2015).
Ia menambahkan, sang anak juga sering berbohong dan membuat pengakuan yang tidak benar kepada warga.
"Dulu dia (anak) pernah ngaku sama warga kami mengikatnya di kuburan. Selain itu, saat bermain di belakang rumah pernah melihat mahluk gaib. Kami juga sering membayar ganti rugi karena ulahnya," jelasnya.
Saat kedua orang tuanya diwawancarai, tiba-tiba NA langsung memeluk ayahnya dan meminta maaf.
"Ayah, aku minta maaf ya, udah bilang yang tidak- tidak sama om wartawan. Luka ditanganku ini bekas jatuh," kata NA kepada wartawan.
Ridwan mengaku, telah membawa anaknya ke berkali-kali berobat, namun tetap tak bisa pulih.
"Sudah kami bawa dia ke Berastagi, Aceh dan Surabaya tapi tidak bisa disembuhkan. Katanya ada makhluk gaib yang nemaninya. Makanya bingung juga kami, di sekolah berantam sampai gurunya minta ampun. Mudah-mudahanlah di sekolah yang sekarang bisa bertahan dan tidak dikeluarkan lagi," pungkasnya. (BS-031)
Tags
beritaTerkait
komentar