Jumat, 08 Mei 2026

Ayah Kejam Setrika dan Aniaya Dua Anak Kandung

Kamis, 26 Maret 2015 01:09 WIB
Ayah Kejam Setrika dan Aniaya Dua Anak Kandung
Ilustrasi. (Google)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Tindakan kekerasan terhadap anak sudah kerap kali terjadi di Padang Sidimpuan. Kali ini seorang ayah kandung tega menganiaya dua putrinya yang masih berusia sekolah HNS (16) dan RS (14).

Didampingi ibunya, L Br Pandiangan (44), kedua korban mengadukan AB Siregar (44) ke Mapolres Padang Sidimpuan atas dugaan penganiayaan  dengan cara menyetrika bagian tubuh anaknya dan memukulinya.

Saat ditemui diruangan SPK Mapolres Padang Sidimpuan, Selasa (24/3/2015), kedua korban mengaku telah mendapat kekerasan dan penganiayaan yang dilakukan oleh ayah kandungnya. Secara resmi ibu korban dan dua orang anaknya sudah melaporkan dugaan tindak kekerasan dan penganiayaan yang dilakukan oleh AB Siregar dengan bukti sejumlah bekas luka yang masih terlihat di tubuh salah satu anaknya.

Menurut si ibu, kejadian bermula pada Ahad (22/3/2015) saat HNS, anak keduanya pulang ke rumah ayahnya di Kelurahan Kayu Ombun, Padang Sidimpuan Utara dan mendapati ayahnya sedang tertidur. Lalu ia mengambil pakaian dan menyetrikanya.

Sekitar pukul 10.00 WIB, ayahnya terbangun dan mengetahui kedatangan HNS. Tiba-tiba saja AB langsung menarik setrika yang sedang dipegang HNS sambil marah-marah dan mengejarnya, lalu menempelkannya ke bagian tangan kiri yang juga mengenai bagian kaki kiri HNS.

Tak hanya itu, tanpa alasan yang jelas, AB yang diketahui sudah 3,5 tahun tidak serumahh (pisah ranjang) dengan L Br Pandiangan yang secara hukum masih istrinya itu, juga memukuli HNS.

"Alasannya hanya karena anakku ini tidur di rumahku dan begitu anakku pulang ke rumah (ayahnya) untuk menyetrika pakaiannya, tiba-tiba saja dia marah-marah dan menganiaya anakku," ujar wanita yang saat ini tinggal di Sigiring-giring, Padang Sidimpuan sambil menujukkan bekas luka bakar akibat setrika yang saat itu diakui anaknya masih dalam kondisi panas.

Keesokan harinya, Senin (23/4/2015) sekitar pukul 06.30 WIB, putri ketiganya RS (14) yang menginap di rumahnya pun pulang ke rumah ayahnya dengan niat mau mengganti pakaian dan pergi kesekolah. Namun begitu ia sampai di depan rumah, HNS (kakaknya) yang mengetahui kedatangan adiknya pun berusaha untuk membukakan pintu tapi dilarang  ayahnya.

Karena sang kakak yang merasa adiknya harus sekolah, berusaha untuk membukakan pintu. Lagi-lagi tanpa ada sesuatu masalah yang dianggap besar, AB mendatangi keduanya sambil membawa satu batang kayu berukuran panjang (broti) dan memukuli keduanya dengan kejam dan kuat sehingga mengakibatkan memar-memar.

Akhirnya karena ketakutan kedua kakak beradik ini melarikan diri dan pergi ke rumah uwak (abang ayah) yang tidak jauh dari rumah mereka tapi tidak sedang di rumah lalu  pergi kerumah ujing (adik ibu) di Sadabuan dengan kondisi kesakitan dan penuh ketakutan.
 
"Sudah sering bapak mereka itu memperlakukan anak-anak dengan cara yang kasar. Memang baru kali ini yang paling kejam sampai-sampai disetrika dan dpukuli. Makanya saya tidak terima dan melaporkannya ke polisi," kata ibunya dan juga  mengaku kerap mendapat perlakuan yang dan menjadi alasannya untuk berpisah dan dibenarkan oleh kedua putrinya HNS dan RS.
 
Sementara itu, Kanit SPK B Polres Padang Sidimpuan Aiptu Irmanto membenarkan adanya laporan tersebut. Korban dan pihak keluarganya sudah diperiksa dan ditangani pihak Reskrim. (BS-029)

Tags
beritaTerkait
Lakukan Penganiayaan, Mahasiswa Univa Laporkan Tiga Preman ke Polsek Patumbak
Menangis, Ayah Aniaya Anak Berusia 7 Bulan Hingga Tewas
Kakek Tiri Dilaporkan Aniaya Cucu di Deliserdang
FJM Demo Desak Tindak Tegas Oknum Polisi Diduga Aniaya Wartawan di Paluta
Dasar Suami Sontoloyo! Dilarang Nonton Film Oh Yes Oh No Malah Aniaya Istri
Anggota DPRD Sumut Bantah Aniaya Istri dan Telantarkan Anak
komentar
beritaTerbaru
hit tracker