Jumat, 01 Mei 2026

Inilah Hasil Temuan Tim Investigasi Bentrok TNI Vs Polri di Batam

Rabu, 15 Oktober 2014 01:44 WIB
Inilah Hasil Temuan Tim Investigasi Bentrok TNI Vs Polri di Batam
Kiri-kanan: Mayjen TNI M Fuad Basya, Mayjen TNI Maliki Mift, Brigjen Pol Fakhrizal dan Irjen Ronny F Sompie. (tni.mil.id)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Jakarta, (beritasumut.com) – Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) membentuk tim investigasi gabungan kasus bentrok TNI vs Polri saat penggerebekan gudang penimbunan BBM di Batam, Kepulauan Riau. 

Seperti dilansir tni.mil.id, Kapuspen TNI Mayjen TNI M Fuad Basya dengan didampingi Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Ronny F Sompie, Passuspom Mabes TNI Mayjen TNI Maliki Mift selaku Ketua Tim Investigasi dan Brigjen Pol Fakhrizal selaku Wakil Ketua Tim Investigasi, mengumumkan hasil temuan tim investigasi gabungan di Gedung Media Centre Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Barat No 15, Jakarta Pusat, Selasa (14/10/2014).
 
Tim investigasi gabungan yang bertugas dari tanggal 27 sampai dengan 30 September 2014 telah selesai melakukan investigasi terhadap kasus bentrokan di Batam. Pembentukan tim investigasi gabungan TNI-Polri bertujuan untuk mengungkap peristiwa penembakan empat anggota Yonif 134/TS yang dilakukan oleh anggota Satbrimobda Kepri pada saat razia pangkalan BBM ilegal di Jalan Trans Barelang, Tembesi, Batu Aji, Kota Batam pada 21 September 2014 lalu.
 
Hasil penyidikan di lapangan yang dilakukan tim investigasi gabungan TNI-Polri didasarkan keterangan para saksi dan barang bukti terhadap peristiwa tersebut, dapat disimpulkan, memang ada oknum anggota Yonif 134/TS yang menjadi petugas keamanan di lokasi usaha BBM tersebut, tanpa tahu apakah usaha itu legal atau ilegal. 

Pada saat kegiatan penegakan hukum dan penggerebekan penimbun BBM ilegal yang dilakukan oleh Ditreskrimsus Polda Kepri bersama-sama Satbrimobda Kepri, terjadi keributan yang mengakibatkan dua anggota Yonif 134/TS, Pratu AriKusdianto dan Prada Ari Sulistyo terluka akibat tembakan disengaja namun tidak langsung. 

Akibat tembakan tersebut, anggota Yonif 134/TS lainnya mendatangi Mako Satbrimobda Kepri, namun terjadi keributan. Anggota jaga BrimobdaKepri membunyikan alarm stelling dan anggotaBrimobda yang baru saja apel malam, segera mengambil senjata. 

Pada saat itu terdengar tembakan sebanyak 5 kali, yang mengakibatkan dua anggota Yonif 134/TS atas nama Praka EkaBasri dan Pratu Eko Saputra mengalami luka tembak dari peluru yang memantul. Keributan baru berhenti setelah para Perwira Yonif 134/TS datang ke lokasi dan mendinginkan suasana.
 
Berdasarkan temuan di lapangan tim investigasi gabungan memberikan rekomendasi kepada pimpinan Polri untuk melaksanakan proses hukum terhadap oknum anggota Satbrimobda Kepri karena diduga telah mengeluarkan tembakan disengaja tetapi tidak langsung (memantul) yang mengakibatkan dua anggota Yonif 134/TS mengalami luka tembak saat kegiatan penegakan hukum dan  penggerebekan penimbun BBM ilegal yang dilakukan oleh Ditreskrimsus Polda Kepri bersama-sama Satbrimobda Kepri dan menindaklajuti temuan awal tim gabungan guna mengungkap siapa pelaku penembakan terhadap dua anggota Yonif 134/TS yang terjadi di Mako Satbrimobda Kepri dengan menitikberatkan pada dugaan terhadap anggota Satbrimobda yang memegang senjata dan diduga kuat melakukan penembakan.
 
Sementara kepada Pimpinan TNI AD tim gabungan memberikan rekomendasi untuk melakukan proses hukum terhadap dua oknum anggota Yonif 134/TS yang diduga menjadi petugas  pengamanan dalam kegiatan penimbunan BBM ilegal tersebut. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
5 Kg Ganja yang Diamankan di Bandara Kuala Namu Diserahkan ke Polres Deli Serdang
Ganja 5 Kg yang Dibawa Penumpang Nam Air Dibeli dengan Harga Rp 6 Juta dari Aceh
Bawa 5 Kg Ganja, Penumpang Nam Air Diamankan di Bandara Kuala Namu
Mabes Polri Pastikan Proses Hukum Bentrok PP-IPK di Medan Bebas Intervensi
Polisi Tetapkan 16 Tersangka Bentrok IPK Vs PP, 7 Disangka Membunuh
KNPI Sumut Berharap Bentrok IPK Vs PP Tidak Terulang
komentar
beritaTerbaru
hit tracker