Jumat, 01 Mei 2026

Disangka Maling, Debt Collector FIF Pukuli Pengendara Beat

Selasa, 18 Maret 2014 22:43 WIB
Disangka Maling, Debt Collector FIF Pukuli Pengendara Beat
Ilustrasi. (Google)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Keributan terjadi di Jalan Negara, Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut). Kehebohan yang membuat macet jalanan tersebut lantaran pergumulan yang berujung penganiayaan terhadap korban oleh dua orang yang mengaku utusan dari Leasing FIF, Selasa (18/3/2014) malam.

Informasi dihimpun menyebutkan, keributan terjadi antara dua orang karyawan FIF yang berkantor di Jalan Tembung, Pasar IX yaitu Agus simatupang (43) warga Jalan Pasar Merah, Medan dan Darwis (40) Warga Jalan AR Hakim, Medan. Keduanya saat itu melakukan pemukulan kepada salah seorang pengendara yang belum diketahui identitasnya.

Ceritanya, saat itu korban hendak pulang ke rumahnya usai berbelanja di Gerai Indomaret di Jalan Mandala. Saat keluar dari Indomaret mengendarai sepeda motor jenis matic, ternyata korban dikejar oleh dua pria yang tidak kenal.

Karena ketakutan, korban mengendarai Honda Beatnya dengan kencang. Sesampainya di Jalan Negara, korban tejatuh akibat bersenggolan dengan sebuah mobil. Tak lama kemudian dua pria tersebut menghampirinya dan langsung memukulinya sembari menuduh kalau dia pencuri.

"Saya baru selesai belanja bang di indomaret itu. Pas mau pulang, orang itu mengikuti dan ngejar saya. Saya ketakutan dan tancap gas. Sampek jatuh saya nabrak mobil. Kemudian saya dipukuli dua orang itu," jelas korban.

Untungnya warga sekitar yang melihat langsung berdatangan dan melerai kedua belah pihak. Setelah warga menanyakan permasalahannya, kedua pelaku mengaku debt collector FIF. Ketika warga bertanya kepada korban, korban mengaku tidak ada urusan sama debt collector dan dia bukan pencuri.

"Untung aja warga berdatangan sehingga kami dipisah. Setelah itu warga bertanya sama saya apa masalahnya, saya jawab kalau saya tidak ada maslah apa-apa sama mereka. Setelah itu waraga langsung menyita KTP mereka," tambahnya lagi.

Lantaran terjadi saling tuding, wargapun langsung menghubungi petugas kepolisian. Petugas yang mendapat informasi langsung mendatangi lokasi kejadian.

Saat diarak ke mapolsek bersamaan dengan warga sebagai saksinya, kedua debt collector tersebut tak dapat menunjukan bukti. Di hadapan petugas, warga juga mengatakan korban bukanlah pencuri, dia lari karena dikejar kedua pelaku sehingga korban takut sepeda motornya yang bersatatus kredit ditarik mereka.

"Dia bukan pencuri, ini surat-surat kendaraannya. Korban lari karena mereka debt collector. Dia takut sepeda motornya diambil mereka," terang salah seorang warga yang keburu pergi dengan korban lantaran dianggap selesai.

Sementara Agus mengatakan mereka tidak bermaksud mengambil sepeda motor korban. Mereka melakukannya karena mereka saat itu mendengar seorang karyawan Indomaret yang berteriak maling. Karena saat itu korban berada di depannya, sehingga langsung melakukan pengejaran.

"Kami tadi di Indomaret mendengar ada teriakan maling. Kami kira dia (korban) pelakunya, soalnya dia yang nampak kami baru keluar. Begitu dia terjatuh, kami tangkap dan sempat memukulinya," ucap Agus yang diamini temannya Darwin.

Setelah mengetahui inti permasalahan, akhirnya, petugas yang melakukan mediasi tersebut menyarankan agar kedua belah pihak untuk berdamai. Karena semunya hanya salah paham, dan korban bersedia berdamai, kedua belah pihak pun di bolehkan pulang. (BS-031)

Tags
beritaTerkait
Polrestabes Medan Sikat Rayap Besi-Narkoba, 15 Hari, 147 Tersangka Ditangkap
Polisi Tembak Dua Orang Komplotan Maling Motor di Jalan Sei Mencirim Deli Serdang
Polisi Tembak Maling Motor di Kecamatan Medan Tuntungan
Resmikan Revitalisasi Pasar Simalingkar, Walikota Medan : Pembangunan ini Konsep Kolaborasi Pemerintah dan Pedagang
Polisi Tembak Kaki Maling Motor di Parkiran Tiara Convention Centre Medan
Kepergok Tim Patroli, Pencuri Pagar Besi Ditangkap
komentar
beritaTerbaru
hit tracker