Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Pasca perkelahian sesama warga binaan di Lapas Dewasa Klass IA Tanjunggusta, Medan, Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Sumatera Utara langsung memindahkan empat orang narapidana ke lapas lainnya untuk menghindari bentrok susulan.
Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Sumut Amran Silalahi kepada wartawan melalui telepon, Jumat (7/6/2013) membenarkan adanya terjadi kericuhan di lapas, namun pihaknya telah melakukan pencegahan dengan memindahkan para napi yang bermasalah dan meningkatkan pengamanan.
Sementara informasi yang diperoleh dari Kalapas Dewasa Klass I A Tanjunggusta Medan Asep Sutandar mengatakan bentrokan yang membuat dua orang napi mengalami luka, ini berawal salah satu narapidana (Napi) bernama Satrio Andre meminta makan kepada tamping sambil berteriak pada Kamis (6/6/2013) sekira pukul 21.00 WIB.
Karena stok makanan sudah habis, tamping tersebut kemudian mengatakan kepada Satrio bahwa makanan sudah tidak ada lagi. Tak puas, terpidana kasus ganja ini kembali berteriak. Namun napi lainnya Agus Sibarani yang menghuni sel sebelah kemudian menjulurkan tangan, sambil berkata "Ni makananannya." Diduga karena emosi, Satrio kemudian menarik tangan Agus sambil memelintirnya.
Lanjut Asep, kericuhan malam itu sempat diredam. Namun sekira pukul 08.00 WIB, saat apel pagi, diduga ada napi lain yang memprovokasi. Napi bernama Agus yang tangannya dipelintir kemudian mendatangi Satrio.
Informasi yang diterima dari salah seorang napi lainnya yang menghuni Lapas Tanjunggusta mengaku, kala itu Agus mengatakan, "Kenapa kau pelintir tangan aku,".
Disitulah kemudian terjadi keributan susulan. Namun kericuhan itu tak berlangsung lama. Petugas jaga yang kebetulan berada di lokasi kejadian langsung mengamankan keduanya.
"Untuk saat ini, kita masih mengumpulkan data sekaitan dengan keributan itu," ujar Asep. (BS-021)
Tags
beritaTerkait
komentar